Anies Sebut NU Kolam Pemersatu Ormas Islam di Indonesia
DHF | CNN Indonesia
Rabu, 31 Jan 2018 21:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai wadah pemersatu, sekaligus rujukan dan mercusuar bagi banyak ormas Islam di Indonesia.
"NU menjadi rujukan, mercusuar, dan menjadi kolam pemersatu bagi begitu banyak kegiatan ormas Islam di Indonesia," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, saat memberi sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-92 NU di Masjid KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Rabu (31/1).
Anies mengatakan 92 tahun NU berdiri, selama itu pula NU melakukan perjuangan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Tidak hanya sebagai ormas Islam terbesar di dunia NU menjadi ormas paling konsisten dalam merajut bangsa Indonesia.
NU, kata Anies, selalu mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia adalah bangsa yang beragam. Tak hanya beragam, NU juga mengingatkan untuk menjunjung kebersamaan di atas keberagaman tersebut.
"Bukan hanya keberagaman yang penting, tapi juga persatuan atas keberagaman itu yang jauh lebih penting," lanjutnya.
Anies mewakili Pemprov DKI Jakarta mengucapkam selamat ulang tahun kepada para kaum Nahdliyin. Ia berharap keteladanan NU mampu ia terapkan dalam memimpin Ibu Kota.
"Semoga hikmah 92 tahun bisa jadi hikmah dalam pengelolaan Jakarta untuk memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya," ucap Anies. (osc/arh)
"NU menjadi rujukan, mercusuar, dan menjadi kolam pemersatu bagi begitu banyak kegiatan ormas Islam di Indonesia," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, saat memberi sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-92 NU di Masjid KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Rabu (31/1).
Anies mengatakan 92 tahun NU berdiri, selama itu pula NU melakukan perjuangan menjaga persatuan bangsa Indonesia. Tidak hanya sebagai ormas Islam terbesar di dunia NU menjadi ormas paling konsisten dalam merajut bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Salat Gerhana Awali Perayaan Harlah NU |
"Bukan hanya keberagaman yang penting, tapi juga persatuan atas keberagaman itu yang jauh lebih penting," lanjutnya.
"Semoga hikmah 92 tahun bisa jadi hikmah dalam pengelolaan Jakarta untuk memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya," ucap Anies. (osc/arh)