Pernyataan Hasto tersebut untuk menjawab pertanyaan tim kuasa hukum Alfian Tanjung dalam sidang kasus penghinaan dan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/2).
"Kami studi banding, jadi berbeda studi banding dengan kaderisasi. Studi banding kami adakan, kami adakan ke partai politik lain," kata Hasto saat dihadirkan sebagai saksi terdakwa Alfian Tanjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh partai politik di Indonesia studi banding ke PKC (Partai Komunis China), bukan hanya PDIP. Termasuk PKS pun kunjungan, PDIP, Golkar, Demokrat, semua. Jadi bukan hanya PDIP," tuturnya.
Orang nomor dua di partai berlambang banteng moncong putih itu menyebut partainya juga melakukan kunjungan ke partai politik di Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, serta Mesir.
"Maka, kami bertemu dengan seluruh partai politik, kami mengadakan studi banding ke seluruh partai politik, yang ada di Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Malaysia, kemudian di Mesir," kata Hasto menambahkan.
Alfian Tanjung sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan oleh seorang kader PDIP bernama Pardamean Nasution pada bulan Februari 2017.
Pelapor meniilai kicauannya itu telah menyerang kehormatan dan penistaan terhadap partai tempatnya berkecimpung. Alfian dijerat Pasal 28 juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang ITE. (wis/gil)