Penganiayaan Gelandangan 'PKI' Diduga Rekayasa Anggota Ormas

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 16:11 WIB
Penganiayaan Gelandangan 'PKI' Diduga Rekayasa Anggota Ormas Ilustrasi penganiayaan. (Thinkstock/STUDIO GRAND OUEST)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penganiayaan seorang tunawisma di Bogor yang dituding anggota Partai Komunis Indonesia diduga hanya rekayasa oknum anggota organisasi kemasyarakatan. 

Tak cuma menganiaya, oknum anggota ormas juga diduga menyebarkan video penganiayaan ke media sosial. 

Polisi saat ini telah mengamankan tiga anggota ormas yang diduga menganiaya dan menyebarkan video. 


Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Mochammad Dicky mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tudingan korban angggota PKI tanpa ada dasar apapun.

"Pelaku melakukan hasutan dan memvideokan lalu menyebarkan lagi ke WA (whatsapp) group dan kemudian ada lagi anggota grup yang unggah ke medsos dengan kemasan organisasi terlarang," kata Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (14/2).

Korban berinisial S dengan usia 41 tahun. Kejadiannya, Sabtu (10/2) hari lalu. S merupakan seorang tunawisma yang mengalami gangguan kejiwaan. Kepolisian sendiri masih melakukan pengecekan kejiawaan dan visum terhadap S, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. 

Usai kejadian, kepolisian meminta keterangan sejumlaj orang yang diduga mengetahui kejadian ini.

Dicky melanjutkan, pihaknya juga akan memeriksa tiga orang anggota salah ormas keagamaan itu yang sempat mampir ke TKP. Mereka diduga datang ke TKP setelah pengeroyokan itu. Namun, Dicky enggan menyebutkan identitas ormas itu.

"Polisi akan memeriksa tiga orang oknum salah satu ormas yang ternyata sempat ke TKP, dan menurut saksi-saksi bahwa mereka juga ikut melakukan aksi kekerasan setelah diajak oleh salah satu pelaku penyebar video tersebut," ujar Dicky.

Tiga orang itu, kata Dicky, datang karena terprovokasi video yang tersebar.

Selain itu, Dicky juga akan memanggil saksi ahli Hukum Pidana dan ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

(arh)