Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, perbaikan jalan ini ikut dibantu warga sekitar.
Sejauh ini, dinas yang dibantu warga kelurahan Kebon Manggis masih mengerjakan sisi dari sungai guna mencegah keretakan jalan lebih lebar. Terlihat beberapa warga asyik menonton pengerjaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Evi, salah satu penduduk yang bermukim di sisi jalan yang retak itu mengungkapkan, jalan awalnya hanya terbelah kecil pada Minggu (10/2). Sehingga, warga tak curiga bahwa keretakan ini akan berujung lebih parah.
"Karena tidak berbahaya, kami pikir awalnya hanya terbelah saja. Jadi suami saya langsung tambal keretakan itu menggunakan semen. Tapi kok lama kelamaan makin besar," ujar Evi ditemui CNNIndonesia.com di kediamannya, Jumat (16/2).
Dia menyampaikan, kerusakan jalan semakin parah setelah jalan kecil itu ramai dilalui truk sampah dan truk bermuatan besar lainnya. Walhasil, retak yang semula hanya berkisar 3 meter berujung amblas dengan panjang 50 meter.
"Untungnya ini cepat diatasi. Sekira dua hari petugasnya baru datang membereskan bantaran kali ini," ujarnya.
Lihat juga:Netizen Keluhkan Penanganan Banjir Era Anies |
Sementara itu, warga lainnya menyatakan jalanan retak bukan karena debit air melainkan kelebihan beban semata.
"Justru kalau di tempat lain banjir, kami malah kering. Jadi memang jalan ini disebabkan karena kelebihan muatan saja," pungkas dia. (asa)