NasDem Terima Pengunduran Diri Bupati Lampung Tengah Mustafa

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 16/02/2018 21:04 WIB
NasDem Terima Pengunduran Diri Bupati Lampung Tengah Mustafa Sekjen NasDem menyatakan Bupati Lampung Tengah yang juga Ketua DPW NasDem Lampung, Mustafa, telah mengundurkan diri karena terjerat kasus korupsi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai NasDem menerima permohonan pengunduran diri kadernya, Bupati Lampung Tengah Mustafa yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap. Selain menjabat Bupati Lampung, Mustafa pun dikenal sebagai Ketua DPW NasDem Provinsi Lampung.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Jhonny G Plate mengatakan keputusan Mustafa mundur itu sesuai dengan Code of Conduct dan pakta integritas yang berlaku di partainya yaitu akan mengundurkan diri jika terkena kasus korupsi.

"Maka bersama ini DPP NasDem menerima permohonan pengunduran diri Mustafa sebagai Ketua DPW NasDem Lampung Tengah," kata Jhonny dalam konferensi pers di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Jumat (16/2).



NasDem kata Jhonny, memutuskan untuk menunjuk Ketua DPP NasDem Taufik Basari sebagai pelaksana tugas sementara (Plt) Ketua DPW NasDem Lampung Tengah dan memintanya untuk segera mencari ketua definitif.

Jhonny pun menegaskan pihaknya memerintahkan kader yang menduduki jabatan legislatif maupun eksekutif tidak terjebak kepentingan pragmatis dan tranksaksional yang mengarah ke tindak pidana korupsi.


Sementara itu, Taufik Basari menyatakan Mustafa telah menunjukan sikap kooperatif dalam proses hukum yang berlangsung di KPK.

"Sebelum menemui KPK kami sudah berkomunikasi dengan Mustafa melalui telepon. Mustafa mengatakan jika ditetapkan tersangka akan mengundurkan diri dan kami menerima pengunduran diri tersebut," ucap Taufik.

Taufik mengatakan, pengunduran diri jika terjerat kasus korupsi merupakan budaya di NasDem dan itu telah dijalankan Mustafa.

Sebelumnya, Mustafa bersama tiga anggota DPRD ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait permintaan persetujuan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah ke DPRD Lampung Tengah agar menandatangani pengajuan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar. (kid/kid)