Hal itu menanggapi tindakan Pasukan Pengaman Presiden yang melarang Gubernur DKI Anies Baswedan ke podium final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (17/2).
Menurut Fadli, Jokowi tidak menganggap Anies sebagai teman sehingga melarangnya ikut ke podium final Piala Presiden di SUGBK untuk mengalungkan medali kepada pemain Persija.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Umum Gerindra ini meminta pemerintah memberi penjelasan yang rasional. Terlebih, insiden yang menimpa Anies terjadi dalam agenda olahraga yang mengedepankan spotifitas.
Fadli mengklaim saat ini masyarakat sudah menilai ada muatan politik di balik Paspampres melarang Anies mendampingi Jokowi. Anies diduga dilarang karena merupakan lawan politik Jokowi.
Kata Fadli, Jokowi seolah tidak menyadari bahwa melarang Anies dalam acara tersebut bisa memberi dampak negatif terhadap citranya.
Jokowi dianggap tidak dewasa karena memanfaatkan momentum agenda olahraga untuk kepentingan politik.
"Sebetulnya apa yang terjadi itu merugikan Jokowi sendiri. Itu dianggap jadi seperti tidak dewasa gitu, kekanak-kanakan jadinya kan," ujar Fadli.
Insiden pengadangan Anies oleh Paspampres beredar dalam bentuk video di media sosial. Saat itu, Anies dicegat Paspampres saat hendak turun ke lapangan untuk turut memberikan medali dan piala kepada tim Persija selaku pemenang Piala Presiden tahun 2018.