"Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu. Beliau berdua saling update terhadap berbagai persoalan nasional dan internasional," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (21/2).
Menurut Hasto, pertemuan keduanya diselingi santap makan malam bersama dengan menu masakan nusantara. Di antara masakan nusantara yang dihidangkan yaitu nasi jambal, ayam bakar balado, gurame bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis.
"Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya meyakini, suasana itu mengalirkan pemikiran-pemikiran jernih dari beliau berdua tentang solusi menghadapi berbagai persoalan bangsa dan negara. Istana Batu Tulis sangat cocok untuk melakukan kontemplasi, apalagi terlepas dari berbagai hiruk pikuk isu politik di Jakarta. Apa yang dibahas adalah kepentingan dan komitmen untuk kemajuan Indonesia Raya," katanya.
Hasto sebelumnya mengatakan PDIP saat ini tengah menggarap nama calon presiden dan calon wakil presiden secara bersamaan. Hal itu dilakukan bersama dengan Presiden Joko Widodo.
"Bagi kami ini merupakan satu kesatuan kepemimpinan negara, bapak presiden dengan calonnya," kata Hasto, Sabtu (17/2).
Menurutnya, pembahasan soal paket kepala negara ini sudah dimandatkan PDIP kepada Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri. Mega, lanjutnya, terus menjalin komunikasi dengan Jokowi, yang juga merupakan kader 'Banteng', terkait paket itu.
(ugo/sur)