"Siapa yang setuju [hak interpelasi]? Saya sebutin nih, Gerindra enggak [setuju], PKS enggak, PPP enggak, Golkar enggak, Demokrat enggak. Ya, PDIP sama Nasdem berapa [kursi]?" cetusnya, di Balai Kota, Jakarta, Jumat (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari situs resmi dprd-dkijakartaprov.go.id, PDIP memiliki 28 kursi keanggotaan di DPRD DKI. Sementara, NasDem memiliki lima kursi.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI yang berasal dari Fraksi PDIP, Prasetio Edi Marsudi, serta Ketua Fraksi NasDem di DPRD DKI, Bestari Barus, mengaku akan menggunakan hak interpelasi karena menganggap kebijakan Anies-Sandi tidak berpihak pada warga dan melanggar perundangan.
Salah satunya, kebijakan penataan Tanah Abang. Satu lajur di Jl. Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, ditutup untuk pendirian tenda Pedagang Kaki Lima (PKL) dari pukul 08.00-18.00 WIB.
PDIP pun mendesak Anies segera mengembalikan fungsi Jalan Jatibaru Raya sebagaimana diatur UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2009.
"Cuma saya mengingatkan kaki lima ini program untuk rakyat kecil, gitu lho. DPRD nanti dianggap enggak berpihak sama rakyat," katanya.
Saat Pilkada DKI 2017 lalu, Anies dan Sandiaga Uno diusung oleh Gerindra dan PKS. Partai Amanat Nasional (PAN) juga menyatakan dukungannya kepada Anies-Sandi. (arh/asa)