"Jokowi akan memperoleh suara terbanyak. Elektabilitas Jokowi sebesar 46,1 persen diikuti Prabowo 26,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,2 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,4 persen," kata Pendiri Alvara Research Center Hasanuddin Ali, di Jakarta, Jumat (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan publik Indonesia apakah menginginkan Jokowi memimpin kembali ada di angka 68,4 persen dan sisanya 31,8 persen tidak menginginkan kembali," katanya.
Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Popularitas Jokowi
Selain dari sisi elektabilitas, Hasanuddin melanjutkan, Jokowi juga unggul dalam hal popularitas.
Mantan Wali Kota Solo itu meraih angka 98 persen, disusul Prabowo 94,8 persen, Jusuf Kalla 73,1 persen, AHY 71,9 persen, dan Anies Baswedan 64,9 persen.
"Dari sisi popularitas hanya ada dua nama yang kuat, yaitu Jokowi dan Prabowo," kata dia.
Jokowi dan Prabowo, kata Hasanuddin, juga merupakan tokoh bakal capres yang dianggap paling layak dan disukai publik.
Jokowi disukai oleh 62,8 persen pemilih dan dianggap layak oleh 59,8 persen pemilih.
"Prabowo disukai oleh 52,9 persen pemilih dan dianggap layak oleh 46,2 persen pemilih. Tokoh lain yang disuka dan dianggap layak jadi capres jaraknya masih jauh," imbuhnya.
"Lawan terberat Jokowi dalam berbagai skenario simulasi masih Prabowo yang selalu di peringkat kedua," ujar dia.
Dalam survei ini, Hasanuddin menjelaskan ada tiga pertimbangan utama pemilih dalam memilih sosok capres, yaitu jujur, dekat dengan rakyat dan bebas korupsi.
Survei Alvara dilakukan dari 17 Januari sampai 7 Februari 2018 dengan melibatkan 2.203 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner.
Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan serentak di seluruh provinsi di Indonesia dengan menggunakan data penduduk dari Badan Pusat Statistik.
Dalam simulasi head to head kedua calon, elektabilitas Jokowi lebih unggul sebesar 57,6 persen dibandingkan Prabowo 33,7 persen.
Di samping itu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada Januari, mengungkapkan keunggulan Jokowi dalam hal elektabilitas dengan angka dukungan 48,5 persen. Sedangkan, gabungan capres lainnya hanya meraih 41,2 persen dukungan. (arh/asa)
Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (