Survei Populi Center: Elektabilitas Jokowi Menurun

Joko Panji Sasongko & sur, CNN Indonesia | Rabu, 28/02/2018 18:27 WIB
Survei Populi Center: Elektabilitas Jokowi Menurun Elektabilitas Joko Widodo mengalami penurunan. Namun penurunan elektabilitas itu masih dalam angka aman. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga survei Public Opinion & Policy Research (Populi) Center menyatakan elektabilitas Joko Widodo saat ini mengalami penurunan dibandingkan Desember 2017.

Berdasarkan survei Populi Center Desember 2017, elektabilitas Jokowi mencapai 54,9 persen, tapi hasil survei Februari 2018, elektabilitas Jokowi turun menjadi 52,8 persen.

Survei nasional Populi Center dilakukan di 120 kecamatan yang tersebar di 34 provinsi pada 7-18 Februari 2018. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,89 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.


"Ketika diberikan pertanyaan terbuka mengenai siapa tokoh yang dipilih menjadi presiden, Jokowi masih duduk di peringkat pertama dengan persentase 52,8 persen meski ada sedikit penurunan," ujar Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati di Kantor Populi Center, Jakarta, Rabu (28/2).

Hartanto menuturkan penurunan elektabilitas Jokowi masih terbilang aman karena margin of error dalam survei sebesar 2,89 persen.

Selain Jokowi, Hartanto menyampaikan elektabilitas Ketum Gerindra Prabowo Subianto juga mengalami penurunan dari 18,9 persen pada Desember 2017 menjadi 15,4 persen pada Februari 2018.

Namun Prabowo masih dianggap sebagai pesaing terkuat Jokowi dalam Pilpres tahun 2019.
Lebih lanjut, Hartanto mengatakan hasil survei menunjukkan akseptabilitas Jokowi dalam memimpin sebesar 56,8 persen. Sementara Prabowo memperoleh 21,3 persen.

"Akseptabilitas soal siapa tokoh yang paling layak untuk menjadi presiden tahun 2019-2024 yakni Jokowi sebesar 57,2 persen, Prabowo sebesar 21,9 persen, dan Gatot Nurmantyo sebesar 1,8 persen," ujar Hartanto.

Dalam survei, Hartanto juga menyatakan Jokowi menjadi tokoh paling bersih dengan persentase 41,2 persen.

Selanjutnya ditempati oleh Prabowo dengan 10,6 persen, Mahfud MD sebesar 3,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 3,8 persen, dan Jusuf Kalla sebesar 2,8 persen, Gatot Nurmantyo sebesar 2,6 persen, dan Anies Baswedan sebesar 2,6 persen.

"Akseptabilitas tokoh yang paling tegas yakni Jokowi sebesar 46,6 persen, Prabowo sebesar 24,7 persen, dan Gatot sebesar 6 persen," ujarnya.

Sejumlah lembaga survei juga telah merilis popularitas kandidat presiden. Nama Jokowi dan Prabowo selalu berada di urutan teratas calon presiden dengan popularitas tertinggi.

Berdasarkan survei Poltracking 18 Februari 2018, popularitas Jokowi mencapai 45,4 persen sedangkan Prabowo 19,8 persen. Sedangkan Survei Indobarometer per 15 Februari 2018 popularitas Jokowi 32,7 persen, dan Prabowo 19,1 persen.
(ugo)