MCA menurut Mustofa adalah sebuah komunitas di dunia maya yang beranggotakan aktivis muslim. "Saya MCA, pokoknya semua aktivis muslim di dunia maya," kata Mustofa kepada CNN Indonesia.com kemarin.
Namun MCA tidak berbentuk sebuah lembaga. Karena itu, pengurus PP Muhammadiyah ini mempertanyakan jika ada orang yang mengaku atau dicap sebagai pimpinan Muslim Cyber Army.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tiba-tiba muncul dan tidak pernah ikut Aksi Bela Islam dan mengaku MCA, harus diuji. Silakan berdebat dengan saya," ujarnya.
MCA diklaim Mustofa ada untuk memerangi berita fitnah dan hoaks terutama hinaan-hinaan yang ditujukan untuk para ulama.
Karena itu, kata Mustofa, dalam aktivitasnya, MCA tidak pernah menyebarkan hoaks atau fitnah apalagi sampai melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Polisi total sudah menangkap enam anggota kelompok Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup di aplikasi tukar pesan Whatsapp 'The Family MCA' di sejumlah provinsi secara serentak sejak Senin (26/2).
The Family MCA disebuttak hanya menyebar hoaks, mereka juga bertugas 'menyerang' akun-akun yang dianggap berseberangan dengan mereka.
Mereka juga memiliki Standar Operasional Pengoperasian secara terstruktur dalam menyebarkan hoaks.
"The Family ini tak cuma sebar hoaks saja, mereka juga membuat take down akun lain, menyebarkan virus, dan ini semua atas satu instruksi. Selanjutnya akan terus kami dalami," katanya. (ugo)