Proyektil Peluru Ditemukan di Studio Musik Rhoma Irama
CNN Indonesia
Minggu, 04 Mar 2018 16:47 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian menyatakan sebuah proyektil peluru ditemukan di studio musik milik penyanyi dangdut Rhoma Irama, Soneta Record, yang berada di kawasan Sukmajaya, Depok.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki dan memburu pelaku pemilik peluru tersebut.
"Kemarin siang ditemukan satu proyektil peluru tergeletak di lantai depan teras kantor Soneta Record. Saat ini tim Puslabfor dan penyidik sedang olah tempat kejadian perkara," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (4/3).
Putu mengatakan peluru tersebut ditemukan oleh pegawai atau office boy Soneta Record pada Sabtu siang.
Saat ini Putu belum dapat memastikan apakah peluru tersebut merupakan tindakan teror terhadap Rhoma.
Dia menduga peluru tersebut tidak sengaja diarahkan ke studio penyanyi berjulukan Raja Dangdut itu. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil olah TKP dari Puslabfor Markas Besar Polri.
Peristiwa tersebut juga ditangani oleh Kepolisian Sektor Sukmajaya. Sejauh ini, polisi tidak menemukan kerusakan dari peristiwa tersebut.
"Tidak ada kaca yang pecah ataupun barang yang rusak. Kemungkinan pantulan peluru nyasar, kami masih menunggu hasil olah TKP Puslabfor Mabes Polri," kata Putu.
(aal/aal)
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki dan memburu pelaku pemilik peluru tersebut.
"Kemarin siang ditemukan satu proyektil peluru tergeletak di lantai depan teras kantor Soneta Record. Saat ini tim Puslabfor dan penyidik sedang olah tempat kejadian perkara," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Putu belum dapat memastikan apakah peluru tersebut merupakan tindakan teror terhadap Rhoma.
Peristiwa tersebut juga ditangani oleh Kepolisian Sektor Sukmajaya. Sejauh ini, polisi tidak menemukan kerusakan dari peristiwa tersebut.
"Tidak ada kaca yang pecah ataupun barang yang rusak. Kemungkinan pantulan peluru nyasar, kami masih menunggu hasil olah TKP Puslabfor Mabes Polri," kata Putu.
(aal/aal)