FOTO: Sisa Rongsok Bajaj Oranye di Ibu Kota

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 07:50 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bajaj berwarna oranye yang masuk pada 1975 pernah menjadi identitas Kota Jakarta. Kini keberadaannya tergantikan oleh bajaj biru berbahan bakar gas.

Bajaj, moda transportasi bermesin dua tak dan berbahan bakar bensin ini masuk ke Jakarta pada 1975 di era Gubernur Ali Sadikin. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sejak saat itu, keberadaan bajaj berwarna oranye menjadi bagian dari identitas Kota Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kini puluhan bajaj oranye teronggok tidak berfungsi di pinggir jalan sekitar kawasan Cideng, Jakarta Pusat, Rabu 7 Maret 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bajaj oranye ini menjadi bangkai akibat pergantian bajaj biru yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Saat masa peralihan, sebagian pemilik bajaj oranye menukarnya dengan bajaj biru berupa tambahan uang muka sebesar Rp35 juta pada 2006. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sebagian lagi merapihkannya kembali untuk dijual kepada kolektor dengan harga sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ada pula bajaj oranye yang diselimuti rumput liar, termasuk di bagian ban. Hampir semua bajaj dalam kondisi rusak berat dan tak terawat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Cat bajaj yang pada dasarnya berwarna oranye kini terlihat luntur dan berubah menjadi keputih-putihan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Sebagian besar kerangka bajaj tampak berkarat dan bolong, seperti di bagian stang, lampu, jok, dan kap penutup. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Meski banyak yang telah usang, ada pula mesin bajaj oranye yang masih menyala. Tampilan bajaj itu juga tampak terawat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Mayoritas bajaj oranye masih memiliki mesin walaupun sudah karatan karena terkena hujan dan tak lagi digunakan. Mesin bajaj masih terpasang di bawah jok sopir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Bajaj-bajaj oranye itu kini telah rusak dan tak terawat mangkrak di pinggir jalan. Tampak seperti kuburan bajaj yang telah usang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)