Tak Melarang, Sandiaga Ajak Tebar Cinta di Hari Valentine

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 15:15 WIB
Tak Melarang, Sandiaga Ajak Tebar Cinta di Hari Valentine Wagub DKI Sandiaga Uno, di Jakarta, belum lama ini. Ia tak melarang perayaan Hari Valentine di DKI Jakarta.(Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mempersilakan warga menebar cinta di Hari Valentine, 14 Februari. Cinta yang dimaksud Sandiaga berlaku universal pada sesama manusia dan cinta pada sang pencipta.

Karena itu menurutnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak mengeluarkan larangan untuk merayakan hari valentine selama menebar cinta. 

Cinta yang salah satunya dilambangkan dengan bunga, membuat penebaran cinta di hari kasih sayang ini menurutnya akan menguntungkan para penjual bunga. 


"Hari cinta, kita harus menebar cinta, supaya yang jual bunga mawar juga bisa laku," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (14/2).


Sandiaga juga mengaku telah memberikan bunga tanda cinta kepada istrinya, Nur Asia Uno. Dia berjanji akan segera mengunggah fotonya di Instagram.

Namun demikian, Sandi menggarisbawahi bahwa momen Hari Valentine sebaiknya digunakan untuk merayakan cinta kepada Tuhan.

"Tapi tentunya ini cinta kepada Allah yang paling penting. Perayaan cinta kepada Pencipta, juga sesama manusia. Amin," ujarnya.

Sejumlah wilayah melarang perayaan hari valentine yang jatuh hari ini. Di antaranya kota tetangga DKI Jakarta, Depok. Wali Kota Muhammad Idris melarang warganya merayakan Valentine karena dianggap berpotensi menumbuhkan praktik penyimpangan seksual. Dinas Pendidikan Kota Depok lantas meminta kepada seluruh Kepala Sekolah agar melarang para murid merayakan valentine.

Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri juga mengimbau kepada kepala sekolah hingga dosen agar melarang murid dan mahasiswa merayakan valentine dalam bentuk apa pun. Menurut Indah, perayaan itu bertentangan dengan norma agama dan sosial budaya.

Larangan serupa juga diterbitkan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Kotawaringin Timur, dan Bondowoso.

(arh)