Wawancara Khusus

Partai Garuda yang Bukan Gerindra Maupun Cendana

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 11:00 WIB
Partai Garuda yang Bukan Gerindra Maupun Cendana Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana blakblakan menjawab tudingan soal kaitan partainya dengan Gerindra, Cendana, hingga PKI. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Garuda cenderung tidak terlalu didengar oleh khalayak publik. Mereka seolah bergerak secara senyap dan muncul tiba-tiba saat pengambilan nomor urut di KPU.

Partai Garuda baru mulai disorot oleh publik usai ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2019 oleh KPU. Tak lama setelahnya, partai ini langsung diterpa sejumlah isu miring. Misalnya, Partai Garuda dikabarkan berafiliasi dengan Gerindra. Kemudian, Partai Garuda juga dikabarkan mendapat sokongan dana dari putri mendiang mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut. Termutakhir, Partai Garuda disebut-sebut sebagai reinkarnasi Partai Komunis Indonesia.

Sejumlah kabar tersebut disanggah oleh Ketua Umum Partai Garuda, Ahmad Ridha Sabana. Berikut hasil wawancara CNNIndonesia.com dengan Ridha.


Partai Anda dikabarkan berafiliasi dengan Gerindra. Apakah ini hanya partai sempalan?

Kami betul-betul membentuk partai ini mandiri. Tidak ada partai manapun bisa mengontrol kami atau terafiliasi dengan kami.

Lambang sama burung garuda, paduan warna sama merah-emas, kostum sama putih, apa itu bukan sebuah kebetulan?

Itu masalah kreativitas. Lambang burung, banyak yang burung. Harus terafiliasi? Tidak dong. Jangan begitu lah.

Warnanya merah sama yang lain banyak yang merah. Jangan begitu. Kalau begitu saya terafiliasi dengan banyak partai dong. Ada merah, kuning atau emas, ada bintang, ada burung.

Putih, bendera kita kan merah putih.

Seperti apa hubungan politik dengan kakak Anda, Wakil Sekjen Gerindra, Ahmad Riza Patria?

Iya betul. Hanya terpaut dua tahun.

Kakak beradik masa tidak ngobrol. Kami sama-sama pemerhati politik boleh dong berdiskusi.

Prabowo pernah memberi masukan kepada Anda secara langsung?

Pada saat pengambilan nomor urut di KPU, itu kali pertama saya bersalaman dengan beliau. Kami kan bukan siapa-siapa.

Anda juga dikabarkan juga dikabarkan memiliki hubungan dengan Mbak Tutut?

Itu masa lalu.

Seperti apa hubungan Anda dengan Mbak Tutut?

Saya faktanya pernah menjadi direksi di perusahaan beliau (Televisi Pendidikan Indonesia). saya dengan Ibu Tutut itu adalah hubungan profesional
Partai Garuda yang Bukan Gerindra Maupun CendanaPartai Garuda saat mengambil nomor urut di KPU. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Mbak Tutut atau keluarga Soeharto berperan dalam pembentukan Partai Garuda?

Saat ini tidak ada sangkut pautnya dan terkait sama sekali dengan keluarga disana.

Partai Anda juga diisukan sebagai reinkarnasi Partai Komunis Indonesia (PKI)?

Saya bingung. Dasarnya apa yang membuat isu itu. Jelas anggaran dasar kita Pancasila. Isu nyinyir aja lah. ngarang itu.

Saya ini anak kiai. Saya ketua remaja masjid. Ketua Rohis. Ketua umum senat. Sekjen saya anak pesantren. Lama di langgar hidupnya selama ini

Tapi kan saya tidak perlu terlau menanggapi hal-hal tidak penting. Pembuktian apa lagi. Anggaran dasar sudah jelas. Itu kan nggak mungkin partai itu bisa lolos di Kemenkumham.


Partai Anda tidak tampak di permukaan seperti partai baru lainnya macam PSI atau Perindo. Sengaja bergerak senyap?

Mungkin ya, karena kami tidak pernah terdengar. Istilahnya, tadi Anda bilang, senyap, tiba-tiba muncul. Kami tidak didengar karena tidak ada tokoh di kami. Kalau tokoh atau artis bergerak, dilihat orang dan terdengar.

Kalau saya datang, tidak ada yang lihat. Strategi kami apa? kami fokus pada kerjaan.

Tidak ada orang publik figur yang akan dijadikan magnet popularitas?

Tidak ada. Kami ingin membuktikan bahwa pembentukan partai itu bisa sangat efisien. Bisa tanpa tokoh ternyata.

Bakal merekrut artis menjadi kader atau calon anggota legislatif?

Saya tidak ada yang kenal artis, Bos. Susah.

Belum terpikirkan juga. Ini kan masalah kerja saja, mau kerja atau tidak. Kalau punya tokoh tapi tokohnya tidak bergerak kan sama aja enggak lolos, banyak yang begitu. yang penting bekerja
Partai Garuda yang Bukan Gerindra Maupun CendanaKetua Umum Garuda Ahmad Ridha Sabana. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Target di Pemilu 2019?

Target kami berada di papan tengah lah.

Bagaimana bisa?

Kami siapkan secara maksimal untuk bisa di posisi itu, tapi sekurang-kurangnya 4 persen parliamentary threshold, saya kira bisa kami lalui lah.

Apa yang akan dijual?

Apa yang kami jual, tawarkan? tentunya aspirasi mereka lebih mudah diserap oleh kami.

Apa yang diharapkan pengurus atau anggota di daerah itu adalah kemauan rakyat persis tanpa bergeser. As simple as that.


Seperti apa strategi yang digunakan?

Harus tidur bersama rakyat, ya kan untuk mengambil hati rakyat kita lakukan.

Pilpres 2019, dukung petahana atau capres alternatif?

Waktunya masih terlalu dini. Kami masih fokus pada pembentukan partai kemaren. Sekarang fokus pada pencalegan.

Partai-partai lain sudah deklarasi dukungan terhadap capres?

Silakan, itu kan hak masing-masing.

Tidak takut kehilangan momentum untuk meningkatkan popularitas?

Kan belum tentu juga. ini capres-capres yang ada juga belum klir yang mana yang akan jadi capres. Yang muncul kan baru petahana sekarang, yang lain belum ada statement.





(gil)