Hidayat Nur Wahid: Alhamdulillah PKS Masih Solid

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 06:38 WIB
Hidayat Nur Wahid: Alhamdulillah PKS Masih Solid Hidayat Nur Wahid membantah kabar perpecahan di internal PKS. Menurutnya, PKS masih tetap solid. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuding jika gaya kepemimpinan Presiden PKS Sohibul Iman otoriter. Fahri mengklaim sejumlah kader PKS mendukung langkahnya mempolisikan Sohibul atas dugaan sejumlah tindak pidana.

Dukungan itu diberikan usai dirinya menjelaskan kepada kader PKS yang mempertanyakan tindakannya melaporkan Sohibul. Para kader PKS, kata dia, juga merasa sudah tidak senang dengan gaya kepemimpinan Sohibul.
Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid membantah soal adanya kubu yang berseberangan dengan Sohibul seperti klaim yang disampaikan Fahri tersebut.

"Tentang soliditas internal PKS, Alhamdulillah PKS solid-solid saja," kata Hidayat kepada CNN Indonesia.com, Kamis (8/3).


Hidayat menambahkan bahwa kubu yang tidak senang atau tidak setuju dalam hal pengelolaan partai politik merupakan hal yang lumrah dalam alam demokrasi. Namun, Hidayat memastikan jika program-program PKS dari Dewan Pimpinan Pusat hingga tingkat struktur partai terbawah berjalan dengan baik.

Hal itu bisa dilihat saat proses verifikasi PKS untuk menjadi peserta pemilu 2019 dengan persyaratan yang sangat ketat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"PKS dari tahap awal hingga akhir, lancar saja dan lolos-lolos saja," kata Wakil Ketua MPR RI itu.
Selain itu, kesolidan PKS juga bisa dibuktikan dari keikutsertaan PKS dalam Pilkada baik tahun 2015 ataupun 2017. Bahkan, imbuh Hidayat, perolehan PKS di Pilkada Jakarta tahun lalu sukses melampaui target.

"Kalau kader dan partai tidak solid di bawah kepemimpinan Pak Sohibul Iman, dua capaian tadi takkan terjadi," tegas Hidayat.

Adapun soal upaya kemungkinan islah atau mediasi antara Sohibul dengan Fahri, Hidayat masih belum mau berkomentar. Menurut dia, hal itu bisa ditanyakan langsung kepada Ketua Majelis Syuro PKS. (ugo)