Menurutnya, demokrasi harus melahirkan watak keberpihakan pada rakyat yang diikuti dengan perbaikan tata kelola pemerintahan dan peningkatan efisiensi, serta didukung inovasi dan kebijakan.
Dengan begitu, ia berkata, demokrasi akan melahirkan pembangunan nasional, memenangkan kompetisi global, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, demokrasi Indonesia berada dalam konidisi yang baik saat ini. Namun, lanjut dia, kondisi tersebut harus terus diperbaiki terutama dengan melakukan reformasi kehidupan berpolitik masyarakat.
Lihat juga:Jokowi: Saya Seorang Demokrat |
"Hal tersebut merupakan agenda penting dalam pembangunan politik kita. Kontestasi dalam pemilihan kepala daerah, pemilihan legislatif, pemilihan presiden, harus menjunjung tinggi etika dan adab," ucap mantan Wali Kota Solo itu.
Menurutnya, rasa saling menghargai, menghormati, dan tidak saling mencela atau mencemooh harus dihindari dalam berbagai kontestasi pemilihan pemimpin di Indonesia.
Ia beharap, proses demokrasi di Indonesia dapat lebih mengedepankan adu ide, program, dan gagasan.
"Berbeda pendapat itu biasa. Tapi harus saling junjung tinggi adab ketimuran serta sopan santun," ucapnya.
Acara yang digelar selama dua hari ini dihadiri lebih dari 10 ribu kader Demokrat dari seluruh Indonesia dari level pusat, daerah, cabang hingga anak cabang (PAC) atau setingkat kecamatan.
Dalam Rapimnas 2018 ini, Demokrat akan membahas strategi dan upaya pemenangan Pilkada 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019. (eks)