Sejumlah temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim pengawas terpadu terkait dengan penyediaan sumur resapan, instalasi pengolahan air limbah, serta pemanfaatan air tanah.
"Dan di sini terlihat banyak sekali ketentuan-ketentuan bahkan ketentuan perundangan yang tidak ditaati," kata Anies di Hotel Sari Pan Pacific, Senin (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, tidak ada sumur resapan. Padahal, menurut Anies sumur resapan menjadi hal yang sangat mendasar dimiliki oleh setiap gedung.
Kesalahan kedua soal instalasi pengelolaan air limbah yang masih banyak masalah. Anies menjelaskan masih banyak ketentuan-ketentuan pengelolaan air limbah yang tidak dijalankan.
Terakhir, menyangkut Surat Izin Pengambilan Air Tanah (SIPA) yang telah berakhir pada tahun 2013.
"Sudah kedaluwarsa, dan peletakan alat-alatnya, alat ukur dan lain-lain tidak sesuai dengan ketentuan," ujar Anies.
Anies pun meminta kepada seluruh pengelola gedung yang ada di Jakarta untuk bersiap menghadapi pemeriksaan yang dilakukan oleh tim pengawas terpadu tersebut.
"Siapkan semua data, sampaikan dengan jujur, sampaikan dengan apa adanya nanti kita akan koreksi sama-sama," kata Anies.
Pemprov DKI berencana memeriksa sekitar 80 gedung di ibu kota sebagai tindak lanjut dari Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 279 tahun 2018.
Pemeriksaan gedung tersebut dilakukan oleh tim pengawasan terpadu yang terdiri dari Dinas Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Energi, Satpol PP, serta Dinas Sumber Daya Air. (wis)