"Tipis kemungkinannya karena untuk PKB sebagian besar kiai, NU, stakeholder PKB masih menginginkan Cak Imin dipasangkan dengan Pak Jokowi," kata Karding saat dihubungi, Selasa (13/3).
Menurut Karding poros ketiga hanya menyisakan Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang masih belum menentukan sikap di pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:PKS Sindir Politik 'Tiga Kaki' Demokrat |
"Insyaallah (Cak Imin) dapat membantu meningkatkan elektabilitas Pak Jokowi. Cak Imin santri, Cak imin representasi NU, Cak Imin berpengalaman dan Cak Imin muda," katanya.
Lihat juga:Ketum PAN: Poros Ketiga Butuh Keajaiban |
Wacana pembentukan poros ketiga dimunculkan setelah berbagai lembaga survei merilis kandidat calon presiden terkuat.
Berdasarkan sejumlah survei hanya ada dua nama kandidat capres yang berpotensi maju di pilpres, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Poros ketiga diharapkan dapat memunculkan calon presiden alternatif.
Tiga partai politik, Demokrat, PKB dan PAN disebut-sebut menjadi partai politik yang akan membentuk poros ketiga. Jumlah kursi ketiga partai mencukupi untuk mengajukan calon presiden.
Demokrat memiliki persentase suara 10,2 persen atau kursi 10,9 persen, PAN (suara 7,7 persen/kursi 8,8 persen), dan PKB (suara 9,0 persen, kursi 8,4 persen).
Namun, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengisyaratkan jika wacana poros ketiga hampir mustahil terbentuk. (pmg/wis)