Yusril: HTI Kini Lebih Fleksibel dan Sadar Realitas Politik

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 14:20 WIB
Yusril: HTI Kini Lebih Fleksibel dan Sadar Realitas Politik Yusril mengakui banyak eks anggota HTI yang gabung ke partainya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengakui ada dukungan cukup besar dari anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap partainya di pemilu 2019.

"Dukungan dari eks HTI untuk PBB di pemilu 2019 ini secara umum cukup besar," kata Yusril kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/3).

Yusril belum mengetahui angka pasti dukungan dari kader HTI, tapi dia yakin anggota HTI akan mempercayakan aspirasi politiknya melalui PBB.


Menurut mantan Menteri Kehakiman itu, anggota HTI sudah lebih fleksibel dalam memandang khilafah dengan demokrasi, pancasila, dan sistem pemilu di Indonesia. Kesadaran para anggota HTI itu, menurut Yusril, setelah mengalami ujian politik yang datang sebelumnya.

"Eks anggota HTI sekarang lebih fleksibel. Mereka sudah sadar atas realitas kekuasaan politik di Indonesia," tegas Yusril.

Yusril pun yakin partainya tidak akan dicap sebagai partai yang mengakomodasi pengikut Islam radikal. Selain alasan anggota HTI yang sudah berubah, Yusril juga mengutip pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang mengatakan PBB adalah partai moderat dan tidak mendukung Islam radikal.

"Justru yang masuk PBB bakal makin moderat," ungkap Yusril.

PBB, lanjut Yusrli, tak hanya menerima anggota HTI yang ingin mengajukan diri menjadi calon legislatif. Yusril mengungkapkan bahwa partainya menerima pendaftar caleg dari anggota Front Pembela Islam (FPI), Nadlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan PERSIS.

Yusril juga menekankan PBB bukan partai ekslusif umat Islam. Di wilayah Papua beberapa caleg  ada yang beragama Nasrani.

"Jadi cuma tiga golongan yang tidak kami terima di PBB. Mereka adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), pendukung penista agama dan anggota Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT)," ujar Yusril. (DAL)