"Dari hasil evaluasi sudah diperoleh ada perubahan perilaku seperti adanya perpindahan keberangkatan lebih pagi sebesar enam hingga 11 persen," kata Menhub Budi seperti dikutip Antara di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/3).
Hal itu disampaikan Budi saat melakukan evaluasi pelaksanaan plat nomor ganjil-genap bersama Jasa Marga, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, dan kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tol Jagorawi akan Terapkan Ganjil-Genap |
Perubahan perilaku lain, kata Budi, pengemudi tidak lagi banyak yang masuk pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, tapi pindah ke pintu tol Tambun.
Demikian juga jumlah truk yang melewati jalan tol itu, Budi mengklaim ada penurunan hingga 61 persen sehingga jalan tol bisa lebih lancar dilalui kendaraan.
Namun demikian, Budi mengakui ada hal yang belum maksimal yaitu penggunaan bus premiun belum banyak walau sudah disediakan dari PPD, Blue Burd, dan Royal.
"Untuk merangsang masyarakat menggunakan bus maka tarif bus premium kita turunkan," kata Budi.
Berdasar pada hasil positif tersebut, Budi mengatakan pelaksanaan aturan ganjil-genap akan terus dilakukan dengan sejumlah catatan perbaikan.
Kebijakan Ganjil Genap berlaku mulai 12 Maret 2018 untuk kendaraan pribadi dari Senin hingga Jumat pukul 06.00-09.00 WIB di akses masuk Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.
Pengguna kendaraan pun akhirnya memilih berangkat sebelum jam 06:00 WIB untuk menghindari pembatasan plat nomor ganjil genap.
Pemerintah menargetkan kebijakan terseut dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga 40 persen.
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan telah menyiapkan bus angkutan untuk memfasilitasi pengemudi kendaraan pribadi menuju Jakarta.
Kebijakan tersebut diharapkan lambat laun dapat memindahkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum. Pemerintah mendidik masyarakat untuk menggunakan angkutan umum bus.
(gil)