Warga Bekasi Keluhkan Aturan Ganjil Genap di Tol Cikampek

Mesha Mediani & TTK, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 12:36 WIB
Warga Bekasi Keluhkan Aturan Ganjil Genap di Tol Cikampek Petugas Dishub dan Satpol PP Kota Bekasi mengarahkan pengendara mobil berplat ganjil untuk tak masuk ke dalam tol Bekasi Barat, 12 Maret 2018. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Bekasi, CNN Indonesia -- Penerapan aturan ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur mulai diberlakukan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, Senin (12/3).

Imbas dari pembatasan kendaraan yang masuk lewat pintu tol Bekasi Barat dan Timur, jalur-jalur alternatif menuju Jakarta menjadi lebih padat. Salah satunya di sepanjang ruas Jatiwaringin, Pondok Gede, dan Kalimalang, Jakarta Timur.

"Sekitar pukul 08.35 WIB ruas Kalimalang (Penas - Bekasi Barat) pagi ini masih tetap macet. Banyak u-turn yang jalannya terlalu kecil dan banyak cabang keluar dari gang," kata seorang pengendara mobil, Garry Indra, yang CNNIndonesia.com temui di kawasan jalan Kalimalang, Senin (12/3).



Garry menilai kebijakan ganjil-genap masih kurang sosialiasi. Akibatnya, banyak pengendara mobil seperti dirinya masih kebingungan.

Akibat pemberlakuan kebijakan yang ditetapkan selama pembangunan infrastuktur di ruas tol Jakarta-Cikampek tersebut, timbul kemacetan dan penumpukan volume kendaraan terutama di sepanjang ruas Cipinang, Pondok Kelapa, Sumber Artha hingga Galaxy, Kota Bekasi.

"Tadi sempet kesal juga karena macet dan banyak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara motor dan angkot," keluh Garry.

"Pemberlakuan ganjil genap belum impactful menurut saya, karena sebenarnya cuma mindahin macet dari tol ke jalan biasa doang," sambungnya.

Senada dengan Garry, pengendara lainnya, Pradipta Chandra mengaku masih sangsi kemacetan bisa diatasi dengan keberadaan Tol Becakayu sebagai alternatif, selain jalur alternatif konvensional seperti Kalimalang.

"Pemerintah harus pikirkan alternatif lain setelah membuat kebijakan (ganjil-genap) ini," ujar Pradipta.

Keluhan Warga Bekasi di Hari Pertama Pelaksanaan Ganjil GenapPetugas Dishub dan polisi menghentikan kendaraan berplat ganjil mencoba masuk lajur gerbang tol Bekasi Barat II di Bekasi, Jawa Barat, Senin, 12 Maret 2018. (CNNIndonesia/Safir Makki)

Kebijakan ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek diterapkan mulai hari ini berdasarkan Permenhub Nomor 18 Tahun 2018. Selain membatasi kendaraan pribadi golongan 1 di pintu tol Bekasi Barat dan Timur, otoritas pun membatasi kendaraan angkutan golongan III sampai V sepanjang pukul 06.00-09.00 WIB.

Kebijakan ini sendiri mulai digaungkan sekitar dua pekan lalu, 22 Februari 2018. Gema pemberlakuan ganjil-genap itu diketahui lewat selebaran sosialisasi yang beredar terlebih dulu. Belakangan, Permenhub yang mengatur baru dikeluarkan pada 8 Maret 2018 untuk diterapkan mulai hari ini. Kebijakan ini diterapkan setiap hari kerja pukul 06.00-09.00 WIB, kacuali akhir pekan dan hari libur nasional.


Publik Belum Terbiasa Angkutan Umum

Salah satu dasar membatasi kendaraan di tol Jakarta-Cikampek lewat kebijakan ganjil genap adalah mengurangi volume kendaraan selama pelaksanaan proyek infrastruktur.

Setidaknya ada tiga ruas proyek infrastuktur yang sedang dilaksanakan di ruas tol Jakarta-Cikampek yakni Kereta Cepat Jakarta Bandung, Jalan Tol layang, serta LRT Jakarta-Bekasi Timur.

Untuk menjadi alternatif imbas kebijakan ganjil-genap, otoritas memberikan ruang-ruang parkir dengan tarif datar di kota Bekasi. Selain itu, dari kantong-kantong parkir tersebut disediakan bus premium, Royaltrans menuju Jakarta dengan tarif Rp20.000.

Akan tetapi, menurut pakar transportasi Djoko Setijowarno penerapan kebijakan ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek belum akan lebih efektif. Malah, sambungnya, akan menambah kemacetan beralih ke jalan bukan tol seperti Jalan Raya Kalimalang, Jalan I Gusti Ngurah Rai, dan Banjir Kanal Timur.

Selain itu, warga pun disebut bisa menggeser jam keberangkatan mereka menuju tempat aktivitas.

"Jika tetap kendaraan pribadi, berangkat sebelum jam 06:00 WIB atau setelah jam 09:00 WIB," kata Djoko.


Kepala Koprs Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa mengakui berdasarkan pemantauan pihaknya ada pergeseran waktu pergerakan warga dari Bekasi menuju Jakarta.

Pada pagi tadi, di sela pantauan pelaksanaan Ganjil-Genap di Tol Bekasi Barat, Royke menyatakan sekitar pukul 05.00 hingga sebelum 06.00 ada peningkatan frekuensi kendaraan dibandingkan biasanya.

Soal keberangkatan yang lebih dini, serta semakin menumpuknya kendaraan di jalur konvensional atau di depan pintu tol lebih dini itu sudah diprediksi Djoko. Hal ini, kata dia, karena publik yang sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi belum terbiasa menggunakan angkutan umum untuk melakukan aktivitas.

"Terlebih, ketersediaan angkutan umum tidak ada di kawasan tempat tinggalnya. Yang tersedia hanya di dekat pintu masuk tol, dan hanya beberapa perumahan saja yang memang dari awal dibangun sudah dipikirkan ada angkutan umum," kata Djoko yang juga pengajar dan peneliti Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang kepada CNNIndonesia.com.

Djoko menyarankan pemerintah segera merevitalisasi angkutan umum di Jabodetabek dengan membuat rencana utama (masterplan) pola perjalanan penduduk setempat.

"Salah satu cara revitalisasi angkutan umum adalah memberi subsidi operasionalnya supaya tarif murah dan publik beralih," katanya.


Keluhan Warga Bekasi di Hari Pertama Pelaksanaan Ganjil GenapPetugas menunjukkan tiket bus premium sebagai alternatif angkutan umum bagi masyarakat Bekasi yang terkena imbas pembatasan kendaraan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Timur dan Barat. (CNNIndonesia/Safir Makki)

Djoko berharap kehadiran bus premium menuju dari kantong-kantong parkir di Kota Bekasi diharapkan dapat merayu warga beralih ke angkutan umum. Apalagi, sambungnya, pergerakan bus tersebut diberi jalur khusus yang membuat waktu tempunya lebih menjanjikan.

"Jika bus yang disediakan dengan jalur khusus ternyata waktu tempuh menjanjikan, bisa jadi banyak yang beralih," katanya melanjutkan.

Bus itu berangkat dari Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Dari Bekasi Barat, titik keberangkatan yakni Summarecon Mall, Mega City, dan Taman Galaxy. Bus melayani tujuan ke pusat ibu kota, antara lain ke Plaza Senayan, Kuningan, Blok M, dan Thamrin City.

Sedangkan dari Bekasi Timur titik keberangkatannya adalah Bekasi Trade Center dan Grand Dhika City. Tujuannya antara lain Tebet, Mall Sunter, Kalideres, dan Grand Paragon.

Rentang waktu keberangkatannya antara pukul 05.10 sampai 09.00 hanya ada tiga operator bus yang melayani yaitu PPD, Big Bird, dan Royal Trans. (kid/gil)