Bangkai Paus Sperma Terdampar di Pantai Bungkulan, Bali

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 02:48 WIB
Bangkai Paus Sperma Terdampar di Pantai Bungkulan, Bali Paus sperma terdampar di Bali, 2016. Kejadian serupa terulang pada 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bangkai paus sperma dengan panjang sekitar 15 meter, berat sekitar 10 ton ditemukan terdampar di Pantai Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (19/3) pukul 9.30 WITA. Warga sekitar pun menjadikannya sebagai tontonan.

"Ratusan warga berdatangan untuk menyaksikan bangkai ikan paus jenis sperma dengan kelamin betina terdampar di pesisir Pantai Desa Bungkulan," kata Kasat Pol Airud Polres Buleleng AKP I Putu Aryana di Singaraja, kepada Antara, Senin (19/3).


Bangkai paus sperma itu, ungkapnya, ditemukan dengan kondisi kulit mengelupas dan isi perut terburai. Polisi dan pemerintah kabupaten setempat pun menindaklanjuti temuan itu.


Pemeriksaan luar yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buleleng dan dosen Undiksha Singaraja Iwan Setia Budi menunjukkan bahwa paus sperma tersebut sudah mati sepakan yang lalu.

"Paus sperma ini mati sudah seminggu lalu, bisa dilihat pada bagian perut ikan paus terbuka, hancur terburai. Kemungkinan, perut paus terburai dimakan ikan hiu," jelas Putu.


Pihaknya akan segera menarik bangkai paus itu ke tengah laut untuk kemudian ditenggelamkan. Pasalnya, warga setempat resah dengan bau menyengat bangkai mamalia raksasa itu.

Menurut Whale Stranding Indonesia, penyebab paus terdampar di antaranya adalah sakit akibat polusi kimia di lautan, pengaruh sonar kapal selam, upaya menghindar serangan hiu atau paus pembunuh.

Paus terdampar yang meninggal akan dievakuasi dengan sejumlah opsi di antaranya, dibakar, dikubur, dan ditenggelamkan.

Penenggelaman dilakukan dengan cara membungkus bangkai dengan jaring yang diberi pemberat.

(arh)