Anies Pilih Angkut Sampah Muara Angke Pakai Tangan Kosong

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 04:21 WIB
Anies Pilih Angkut Sampah Muara Angke Pakai Tangan Kosong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai kondisi sampah di Muara Angke yang mengapung dan mengendap di perairan, lebih mudah diangkut dengan tangan kosong. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai sulit bagi para pekerja pengangkut sampah di kawasan konservasi Mangrove di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara jika bekerja dengan alat berat. Kondisi sampah yang mengapung dan mengendap di perairain membuat sampah tersebut dinilai lebih mudah diangkut dengan tangan kosong.

"Pakai garpu (eskavator) saat ditancapkan susah diangkat lagi, maka tadi banyak yang pakai tangan langsung ambil sampahnya," kata Anies di kawasan konservasi mangrove, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (19/3).

Lebih lanjut, Anies bahkan menyebut lebih mudah bagi petugas, jika bekerja tanpa menggunakan sarung tangan. Sarung tangan yang digunakan diklaim Anies membuat tangan petugas licin, sehingga sulit menjangkau sampah dan lumpur.


"Tadi saya coba, lebih mudah pakai tangan tanpa sarung. Saya juga sudah tanya ke mereka (petugas kebersihan) dan mereka bilang (tanpa sarung tangan) lebih mudah," kata dia.

Meskipun begitu, dari pantauan CNNIndonesia.com, sebenarnya telah tersedia alat berat berupa eskavator di kawasan itu. Dua eskavator digunakan terpisah, satu di pelabuhan kali adem yang digunakan untuk memindahkan sampah angkutan kapal ke truk dan eskavator lainnya dipekerjakan di kawasan hutan mangrove tempat berton-ton sampah itu mengendap.

Saat Anies tiba di lokasi, eskavator sedang dijalankan dan dioperasikan untuk mengeruk endapan lumpur sampah hingga ke dalam laut.


Terkait keselamatan kerja, Anies menyebut para pekerja ini bisa langsung bergegas membersihkan tangannya menggunakan sabun dan air bersih yang telah disediakan.

"Nanti bisa langsung cuci tangan, kami siapkan sabun dan air bersih," katanya.

Di sisi lan, Anies juga mengaku tengah membicarakan soal pengelolaan sampah dengan daerah-daerah penyangga Ibukota yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Pemerintah Daerah Jabodetabek (BKSP). Saat ini, menurut dia, sampah yang menumpuk dan mengendap kebanyakan adalah sampah rumah tangga.

Sampah-sampah tersebut, diperkirakan berasal dari kiriman sungai yang mengalir ke laut dan perlu segera ditangani.

"Maka kita harus kelola dengan baik sehingga air yang mengalir dari sungai-sungai ini bebas limbah," katanya.


Kendati sudah berbicara, Anies belum bisa memastikan bentuk kerjasama DKI dalam forum BKSP ini. Dia juga belum tau apakah DKI nantinya akan memberikan bantuan berupa hibah kepada daerah penyangga untuk pembersihan sungai-sungai di daerah mereka.

"(Soal hibah) nanti dibicarakan dalam BKSP, kami lihat dulu programnya baru akan pastikan ada hibah atau tidak," kata dia.

Kawasan konservasi mangrove di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara dipenuhi sampah yang diduga akibat adanya rob dan angin barat yang berhembus kencang.

Sampah-sampah itu pun sebagian telah dievakuasi kemudian diangkut ke pengelolaan sampah Bantargebang. Sejak Sabtu hingga Senin ini sedikitnya ada 50 ton sampah yang telah diangkut.
(agi/agi)