Timbunan Sampah di Muara Angke Segera Jadi Hutan Mangrove

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Minggu, 18/03/2018 19:12 WIB
Timbunan Sampah di Muara Angke Segera Jadi Hutan Mangrove Ilustrasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan langsung menanami pesisir Muara Angke, Jakarta Utara yang sebelumnya dipenuhi sampah dengan kapasitas mencapai 19 ton. (CNN Indonesia/M. Andika Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan langsung menanami pohon mangrove pesisir Muara Angke, Pejaringan, Jakarta Utara yang sebelumnya dipenuhi sampah dengan kapasitas mencapai 19 ton.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman mengatakan pihaknya akan segera menanami kawasan yang tadinya ditimbun sampah itu dengan Mangrove.


"Setelah plastiknya diambil, sampahnya diangkat, kami akan langsung tanami daerah itu dengan mangrove. Langsung bersih," kata Yusen saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Minggu (18/3).


Untuk itu, sejak pagi hari, dia telah menerjunkan 400 anak buahnya untuk turut serta membersihkan sampah-sampah yang diduga menumpuk akibat rob laut yang sempat terjadi Februari kemarin.

"Tadi terjunkan 400 anak buah, ini kan gara-gara ada rob saat Februari, tadinya mau dibersihkan sejak awal cuma cuaca yang tidak mendukung jadi baru bisa sekarang," katanya.

Yusen juga mengatakan saat ini hampir sebagian besar sampah telah berhasil di evakuasi dan dipindahkan menggunakan truk ke tempat penampungan dan pengelolaan sampah di Bantar Gebang.

Yusen pun berharap ke depan tumpukan sampah tak lagi terjadi di kawasan hutan konservasi Mangrove.


"Ini kan memang tadinya mau ditanami bibit yah. Tapi ternyata ada sampah, ya ke depan semoga tidak terjadi lagi," kata dia.

Di kawasan Muara Angke, tepatnya di daerah konservasi mangrove, sampah sebanyak 19 ton menumpuk di kawasan itu.

Sampah terdiri dari sampah rumah tangga dan plastik itu diduga terbawa oleh arus sungai dan rob laut yang sempat menerjang kawasan pesisir Utara Jakarta. (lav)