Ulama Minta Jokowi Angkat Pahlawan Nasional dari Banten

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 01:47 WIB
Ulama Minta Jokowi Angkat Pahlawan Nasional dari Banten Selain menetapkan pahlawan nasional, para ulama dari Banten juga meminta Presiden Joko Widodo menemui 1.000 kiai asal wilayah tersebut yang belum memiliki kesempatan bertatap muka dengan Presiden. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menerima sekitar 40 ulama asal Banten di Istana negara pada Rabu (21/3). Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam itu, para ulama tersebut meminta Jokowi mengangkat sejumlah pahlawan asal Banten sebagai pahlawan nasional.

"Banyak pahlawan masyarakat Banten yang ikut andil menegakkan NKRI yang diangkat cuma Sultan Ageng Tirtayasa. Padahal syuhada Banten ribuan," ucap Dewan Syuro PB Al Khairiah Mansur Muhidin di Kantor Presiden, Rabu (21/3).

Mansur menuturkan, sebenarnya saat ini dua nama pahlawan sudah masuk Kementerian Sekretaris Negara. Keduanya adalah Pahlawan Geger Cilegon 1888 Kiai Haji Wasyid dan Pendiri Perguruan Islam Al Khairiyah sekaligus Bupati pertama Kabupaten Serang Birgjen K.H Syamun.



"Tiap tahun dijatah tiga pahlawan jadi tertunda. Masih belum diangkat pahlawan, tapi sudah mendapat gelar Bintang Mahaputra," tuturnya.

Pengangkatan kedua nama itu sebagai pahlawan nasional diyakini dapat membangkitkan semangat juang generasi muda terutama di Banten untuk menjaga NKRI seperti pendahulunya.


Permintaan lainnya berkaitan dengan keinginan menjadikan Banten sebagai kota 1.000 kiai dan sejuta santri. Mansur berharap Jokowi dapat menemui 1.000 kiai yang sesungguhnya tidak terwakili sepenuhnya oleh 40 yang hadir hari ini.

"Kami mohon jelang ramadan ingin Pak Presiden berjumpa 1.000 kiai. Tidak perlu sejuta santri. Tapi itu baru usulan informal. Pertemuan tentunya mempertimbangkan acara lain presiden," tuturnya. (agi/agi)