Hadiri Paskah di Monas, Anies Teringat Lapangan Ikada

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Minggu, 01/04/2018 08:35 WIB
Hadiri Paskah di Monas, Anies Teringat Lapangan Ikada Monumen Nasional, objek wisata bersejarah yang kerap menjadi lokasi aksi unjuk rasa. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri perayaan 'Paskah Bersama II' di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu (1/4) pagi. Dalam sambutannya Anies menegaskan bahwa Monas adalah monumen kebangsaan milik semua warga negara.

Anies pun terbayang momen ketika bangsa Indonesia menyambut kemerdekaan dengan menggelar rapat akbar antara pemimpin negara dan rakyat di Lapangan Ikada pada September 1945 silam.

"Hari ini berkumpul lebih dari 30 ribu jemaat. Seakan mengingatkan kita, ini adalah lapangan yang digunakan pertama kali untuk rakyat Indonesia berkumpul bersama-sama setalah kemerdekaan. Ketika itu disebut namanya Lapangan Ikada," kata Anies di lokasi.


Masih dalam sambutannya Anies juga berbicara soal persatuan Indonesia yang ditegakkan berdasarkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

"Keberagaman adalah kenyataan, fakta, sesuatu yang kita bawa di dalam diri sejak lahir dan itu tidak bisa diubah. Tetapi, tunggal atau persatuan adalah hasil perjuangan. Persatuan," kata Anies.

Melalui Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017 tentang pengelolaan kawasan Monas yang ditekennya akhir tahun lalu, Anies mengizinkan kegiatan sosial, budaya, dan agama diselenggarakan di Monas.

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengeluarkan pergub pada tanggal 13 Oktober 2017 yang melarang Monas sebagai tempat untuk kegiatan keagamaan.

Anies menyebut pergub yang ditekennya merupakan komitmen jajaran Pemprov DKI di bawah kepemimpinannya untuk melayani semua warga Jakarta, tanpa pandang bulu.

"Termasuk, ketika berencana merayakan hari besar keagamaan. Sudah merupakan kewajiban kami untuk mendukung dan memfasilitasi. Itu yang seharusnya pemerintah kerjakan," kata Anies.

Oleh sebab itu, Anies berjanji akan memudahkan perizinan untuk kegiatan keagaaman di Monas.

"Kami akan fasilitasi dan pastikan bahwa pelaksanaan sila pertama Pancasila hadir dan dimungkinkan untuk setiap warga, termasuk ketika saudara-saudara kita berencana merayakan paskah," ujar Anies.

Ditemui terpisah, Humas 'Paskah Bersama II' Ronny Rompas mendukung langkah Anies yang disebutnya mengembalikan fungsi Monas untuk kegiatan keagamaan.

Menurut Ronny, Pendeta Gilbert Lumoindong yang mengisi acara Paskah Bersama II pun terbiasa berkhotbah di alam terbuka saat perayaan Paskah, sebagaimana dianjurkan dalam Alkitab.

"Memang kita melihat Monas itu bagi orang-orang tertentu menjadi momok belakangan ini. Sehingga, menjadi ketakutan orang-orang dan kita membuktikan dengan memimpin ibadah untuk kota dan masyarakatnya, untuk gubernur, dan untuk presiden yang kebetulan di sini strategis dekat Istana Negara," kata Ronny.

(ard)