Telur Raksasa Rasa 'Bhineka' Meriahkan Paskah di Katedral

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Minggu, 01/04/2018 15:56 WIB
Telur Raksasa Rasa 'Bhineka' Meriahkan Paskah di Katedral Telur Raksasa Merah Putih jadi ciri khas perayaan Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (1/4). (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor).
Jakarta, CNN Indonesia -- Telur menjadi salah satu benda yang tak dapat dipisahkan dari Perayaan Paskah bagi umat Nasrani. Simbol yang menggambarkan soal kelahiran makhluk baru itu pun terpajang di Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

Telur Paskah raksasa dengan warna merah putih dan ukiran peta Indonesia menjadi perhatian setiap umat Katolik yang memasuki area Gereja untuk mengikuti kegiatan ibadah di bangunan yang berada tepat di seberang Masjid Istiqlal tersebut.

Kobaran api pun ada di dalam tubuh telur raksasa sebesar kurang lebih dua meter tersebut. Tak hanya itu, di atas telur terdapat burung-burung merpati yang dihias layaknya sedang terbang dengan membawa bunga mawar. Uniknya, di tubuh burung-burung merpati itu dihiasi simbol-simbol dari 34 provinsi di Indonesia.


Telur yang terbuat dari pipa itu juga dihiasi dengan telur-telur kecil yang dibuat oleh Bina Iman Anak, Putra Altar dan Putri Sakristi.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, umat Katolik banyak yang memilih untuk berfoto di depan telur raksasa tersebut usai melaksanakan ibadah. Foto-foto itu ada yang dilakukan secara perorangan dan beramai-ramai dengan keluarga.


Tidak hanya berfoto, mereka juga tampak menikmati pemandangan yang mencirikan tema Paskah 2018 'Amalkan Pancasila : Kita Bhineka, Kita Indonesia'.

Humas Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie menjelaskan pembuatan telur raksasa membutuhkan proses dengan waktu yang cukup lama. Pembuatan telur itu bahkan dibuat sejak awal Februari 2018.

Telur raksasa, dikatakan Susy, berbeda dari perayaan Paskah sebelumnya, yakni memiliki cita rasa Bhineka Tunggal Ika. Telur itu sengaja dibuat dengan warna merah putih sebagai lambang negara Indonesia dan ukiran peta Indonesia sebagai lambang dari pengamalan sila ketiga Pancasila.

"Berangkat dari tema Paskah 2018 di mana kami berada di tahun persatuan, maka tema dekor yang diangkat Terang dan Damai Paskah Untuk Indonesia. Telur raksasa ini dirangkai menggambarkan Kebhinekaan Indonesia," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (1/4).


Kobaran api yang terdapat di dalam telur raksasa tersebut, menurut Susy, melambangkan pengharapan dan berkah melimpah untuk Indonesia.

Sementara itu, burung merpati perdamaian dengan membawa bunga mawar sebagai lambang cinta kasih.

Susy mengaku pihaknya sengaja meletakkan telur raksasa di jalan masuk menuju gereja. Tujuannya, supaya dapat menarik perhatian umat dan memberikan makna persatuan untuk setiap umat yang melihatnya.

Telur raksasa tersebut akan menghiasi Gereja Katedral Jakarta selama 30 hari ke depan. "Karena Jumat Agung adalah masa berduka, berkabung, hingga telur ini baru dipasang saat masa kebangkitan. Telur akan dipasang sekitar satu bulan lamanya," tuturnya.

(lav/lav)