"Semua kejiwaannya kami periksa. Kami libatkan dua tenaga ahli dari Universitas Airlangga dan RS Bhayangkara Surabaya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, di Surabaya, Rabu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barung juga mengimbau pada masyarakat untuk tidak mengaitkan kejadian Pemukulan imam masjid itu dengan beberapa peristiwa penyerangan kiai yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Polresta Sidoarjo membenarkan terjadinya insiden penganiayaan terhadap seorang imam masjid, Ustad Tajuddin (60), di Balongbendo, Sidoarjo.
Korban dipukul dari belakang dengan menggunakan kapak tumpul saat menjadi imam sholat maghrib pada Senin (2/4) malam.