Menurut Surya, yang ditunjukan oleh M'aaruf adalah sikap sesungguhnya dari seorang ulama dan pemimpin umat.
"Saya sangat berterima kasih dan besar hati mendengar Ketua MUI meminta setop membesar-besarkan masalah terkait Sukmawati, saya sangat berbangga hati sebagai salah satu umat muslim," kata Surya usai menemui pemuka agama di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bangga, dan sangat berbesar hati, karena betul peran ulama adalah peran yang sangat strategis dan akan selalu didengar oleh umatnya," kata dia.
Selain itu, Surya juga menyinggung perihal sikap ulama yang terkadang tak menunjukan kedamaian. Meski tak menyebut spesifik, Surya Paloh mengaku sangat menyayangkan ketika dirinya melihat ulama tidak bersikap sebagaimana mestinya.
"Ketika ulama tidak membuat posisi dan peran mereka sebagai peran yang ulamais dan arif, itu sungguh berat dan sangat disayangkan," katanya.
Padahal kata dia, masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim tentunya membutuhkan ulama yang memiliki kearifan dan sikap bijak sebagaimana mestinya.
Sebab kata dia, pergeseran sistem nilai di masyarakat pun akan bergantung pada posisi dan peran pemimpin dan pemuka agama yang membimbingnya.
"Pergeseran nilai, sikap toleransi itu semua tegantung dari pemimpinnya, ulamanya, begitu," kata dia.
Hal ini ia sampaikan di atas mobil komando pada Aksi 64, di Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/4).
"Untuk tidak menghiraukan seruan Ketua MUI Ma'ruf Amin. Saya ahli hukum MUI. Saya tidak terima. Saya siap berhadapan dengan siapapun," seru dia.
"Pernyataan Ketua MUI Ma'ruf Amin tidak bernilai, tidak berharga di muka hukum," cetusnya. (ugo/wis)