Tuntutan itu dibacakan oleh Wakil Ketua Umum Persaudaran Alumni 212 (PA 212) Asep Syaripudin, dari atas mobil komando.
Pernyataan PA 212 itu adalah, pertama, peserta aksi menganggap puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri telah membuat gaduh serta meresahkan umat Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Asep menyebut peserta aksi menyayangkan puisi itu mencampuradukkan kebudayaan Indonesia dengan syariat Islam. Puisi itu dinilainya melecehkan Islam.
"Bahwa kami mendesak saudari Sukmawati Soekarno Putri untuk bertobat," cetus dia.
Sukmawati Soekarnoputri, di kantor Majelis Ulama Indonesia, Kamis (5/4). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Kelima, meminta umat Islam menunggu proses hukum terhadap Sukmawati.
Usai pembacaan pernyataan itu, orator-orator dari mobil komando menginstruksikan peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.
"Mari kita pulang dengan tertib. Tunjukkan kita umat Islam, umat beradab," ucap seorang orator.
Di tempat yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis berterima kasih kepada seluruh ormas Islam yang ikut dalam Aksi Bela Islam 64 telah menjaga ketertiban dan kedamaian.
Idham mengatakan TNI dan Polri mempersilakan aksi lanjutan.
"Tidak ada masalah, kami TNI dan Polri siap mengamankan pelaksanaan demo, kami kuat," ujar dia.
Sukmawati Soekarnoputri, di kantor Majelis Ulama Indonesia, Kamis (5/4). (