Aksi 64 Membubarkan Diri usai Minta Sukmawati Bertobat

DHF, CNN Indonesia | Jumat, 06/04/2018 19:34 WIB
Aksi 64 Membubarkan Diri usai Minta Sukmawati Bertobat Peserta Aksi 64 membawa poster tuntutan terkait kasus puisi 'Ibu Indonesia' milik Sukmawati Soekarnoputri, di Jakarta, Jumat (6/4). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa peserta Aksi 64 membubarkan diri usai menemui Badan Reserse Kriminal Polri dan membacakan enam pernyataan, pada Jumat (6/4) sore. Salah satunya, meminta Sukmawati Soekarnoputri bertobat.

Tuntutan itu dibacakan oleh Wakil Ketua Umum Persaudaran Alumni 212 (PA 212) Asep Syaripudin, dari atas mobil komando.

Pernyataan PA 212 itu adalah, pertama, peserta aksi menganggap puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri telah membuat gaduh serta meresahkan umat Islam.

"Hal tersebut mengandung dan membuat ketidaknyamanan umat Islam di seluruh dunia," tutur Asep.


Kedua, Asep menyebut peserta aksi menyayangkan puisi itu mencampuradukkan kebudayaan Indonesia dengan syariat Islam. Puisi itu dinilainya melecehkan Islam.

Ketiga, lanjutnya, peserta aksi meminta Sukmawati meminta maaf secara terbuka. Tuntutan ini sudah dilakukan yang bersangkutan. Namun dalam poin itu peserta aksi juga meminta Sukmawati bertobat.

"Bahwa kami mendesak saudari Sukmawati Soekarno Putri untuk bertobat," cetus dia.

Sukmawati Soekarnoputri, di kantor Majelis Ulama Indonesia, Kamis (5/4).Sukmawati Soekarnoputri, di kantor Majelis Ulama Indonesia, Kamis (5/4). (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Keempat, peserta aksi mengimbau umat Islam di Indonesia tidak terpancing provokasi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk memecah belah umat Islam.

Kelima, meminta umat Islam menunggu proses hukum terhadap Sukmawati.

Usai pembacaan pernyataan itu, orator-orator dari mobil komando menginstruksikan peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.

"Mari kita pulang dengan tertib. Tunjukkan kita umat Islam, umat beradab," ucap seorang orator.

Aparat keamanan membantu massa membubarkan diri. Setelah peserta aksi membubarkan diri perlahan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, mulai lengang. Kepolisian membuka kembali jalan untuk kendaraan bermotor.

Di tempat yang sama, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis berterima kasih kepada seluruh ormas Islam yang ikut dalam Aksi Bela Islam 64 telah menjaga ketertiban dan kedamaian.

Idham mengatakan TNI dan Polri mempersilakan aksi lanjutan.

"Tidak ada masalah, kami TNI dan Polri siap mengamankan pelaksanaan demo, kami kuat," ujar dia.

Hal ini merespons pernyataan orator aksi yang mengancam akan menggelar aksi lebih besar jika tuntutan tidak ditindaklanjuti pihak kepolisian. (arh)