Pemekaran Kapuas Raya Mencuat di Debat Calon Pilgub Kalbar

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 08/04/2018 06:00 WIB
Pemekaran Kapuas Raya Mencuat di Debat Calon Pilgub Kalbar Pasangan nomor urut satu Milton Crosby-Boyman Harun, pasangan nomor urut dua Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, dan pasangan nomor urut tiga Sutarmidji-Ria Norsan, dalam Debat Kandidat Pilgub Kalimantan Barat, Sabtu (7 /4). (CNNIndonesia/Destriadi)
Pontianak, CNN Indonesia -- Debat publik perdana pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat telah berlangsung di Pontianak, Sabtu (7/4/) malam.

Dalam debat perdana yang dipimpin moderator Syarifah Ema Rahmaniah Al-Mutahar itu pemekaran Kapuas Raya untuk menjadi provinsi menjadi salah satu bahasan. Pemekaran itu bakal meliputi wilayah timur Kalbar yaitu Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Menanggapi hal tersebut cagub nomor urut 1 Milton Crosby memaparkan dirinya yang menjadi bupati selama sepuluh tahun dan telah terbukti sukses memekarkan desa dari 133 desa menjadi 391 desa. Dia pun menjamin pemekaran Kapuas Raya bakal berjalan.


"Tahun 2013 lalu keluar amanat presiden. Tapi nanti jika terpilih menjadi gubernur, pembentukan Provinsi Kapuas Raya akan tetap menjadi prioritas yang akan dilakukan," ungkap Milton.


Hal senada diungkap Karolin Margret Natasa yang merupakan Bupati Landak yang juga hasil pemekaran wilayah. Ia mengklaim tahu dengan permasalahan dan untung ruginya pemekaran.

"Kami bupati hasil daerah pemekaran, kami tahu untung ruginya pemekaran, kami tidak pernah menolak pemekaran," ujar cagub nomor urut 2 itu.

Senada dengan dua calon gubernur lainnya, Sutarmidji pastikan pemekaran wilayah akan direalisasikan dan ia upayakan tak hanya Provinsi Kapuas Raya tapi juga kabupaten lainnya.

Ia menegaskan Kapuas Raya adalah kebutuhan bukan keinginan. Saat jadi Gubernur Kalbar, Midji-Norsan tidak ingin memposisikan sebagai politisi, karena seorang politikus tidak akan mau wilayah kekuasaannya berkurang sejengkal pun. Ia berkeinginan untuk jadi negarawan yang membangun Kalbar dan ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Tahun pertama jadi gubenur, kita akan bangun Kantor Gubernur Kapuas Raya dan Kantor DPRD-nya baru kita sampaikan pada pemerintah pusat kalau perlu ke presiden ini infrastruktur sudah tersedia. Kemudian ditanya apakah siap membiayai provinsi Kapuas Raya selama belum mandiri, jangankan tiga tahun lima tahun akan kita sokong anggarannya," tutur cagub nomor urut tiga ini.


Stunting Menjadi Momok di Kalbar

Permasalahan lain yang mencuat dalam debat perdana semalam adalah kekurangan gizi kronis (stunting) serta layanan posyandu. Milton Crosby mengatakan peningkatan layanan Posyandu menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan.

"Kasus gizi buruk tentu akan jadi prioritas yang akan kami tingkatkan, serta memastikan seluruh bayi dan balita datang ke Posyandu pada setiap tanggal 1 hingga tanggal 10 setiap bulannya," ujar Milton.

Sedangkan menurut, Karolin menyatakan permasalahan kekurangan gizi (stunting) lebih banyak menjadi kewenangan kabupaten kota, sehingga yang ada di garis terdepan adalah kabupaten kota. Permasalahan stunting, kata dia, bukanlah disebabkan faktor kemiskinan, namun yang menjadi faktor utama adalah ketidaktahun ibu mengenai sumber gizi. Jika terpilih nanti, Karolin berjanji akan menggali sumber pangan lokal, seperti makan keladi maupun kacang-kacangan untuk meningkatkan gizi masyarakat.

"Selain itu saya nanti akan bersinergi program dengan pemerintah pusat agar dapat berjalan dengan baik, biarpun perlahan tapi pasti bisa teratasi," jelas Karolin.


Sedangkan Sutarmidji menuding angka stunting yang memprihatinkan Provinsi Kalbar saat ini adalah bukti buruknya koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten-kota yang ada.

"Berbicara masalah stunting bukan hanya bicara masalah gizi, tapi juga air bersih hingga sanitasi. Pemeriksaan ibu hamil minimal empat kali sepeti di Pontianak dan bayi harus dilakukan penimbangan berkala," tambahnya.

Ia pun menjabarkan penyedian fasilitas publik berupa tempat olahraga dan membuat taman bermain anak agar mereka dapat bermain dan berolahraga.

"Angka stunting di Pontianak sudah rendah dari kabupaten kota lainnya, dan ini berkat berbagai berbagai program yang ada seperti air bersih, sanitasi, pemeriksaan ibu hamil, penimbangan anak secara berkala dan pemenuhan gizi ibu hamil," pungkas Calon Gubernur Kalbar yang juga Petahana Wali Kota Pontianak ini. (agh/kid)