Indonesia Emas 2045, Jokowi Minta Pemuda Tahan Banting

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 09/04/2018 12:59 WIB
Indonesia Emas 2045, Jokowi Minta Pemuda Tahan Banting Presiden Joko Widodo meyakini Indonesia dengan modal sumber daya alam dan manusia, dapat menjadi negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada 2045. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia diperkirakan masuk lima besar ekonomi terkuat pada 2045. Terkait itu, dia berpesan seluruh masyarakat terutama generasi muda harus bekerja keras dan tidak manja supaya perekonomian Indonesia menguat.

"Menuju ke sana negara besar tidak mungkin bermalas-malasan atau bermanja-manjaan. Instan loncat ke sana juga tidak mungkin, tidak ada rumusnya," kata Jokowi di Istana Negara, Senin (9/4), saat memberi pengarahan kepada 365 siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah pagi ini.

Jokowi menegaskan Indonesia merupakan negara besar yang memiliki banyak sumber daya manusia dan sumber daya alam guna mendukung penguatan perekonomian.


Berdasarkan perhitungan Bank Dunia serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Indonesia bisa masuk 10 besar negara perekonomian terkuat di dunia pada 2030 bila kondisi terus membaik. Hal ini membuat Indonesia akan berkejar-kejaran dengan Amerika Serikat dan China.

Menurutnya, banyak rintangan serta ujian yang akan ditemui guna merealisasikan itu.

"Sehingga sebagai generasi yang nantinya memimpin negara ini harus tahan banting, tidak cengeng, tidak manja, apalagi malas. Lupakan itu kalau ingin negara ini besar dan kuat ekonominya," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sikap itu juga diperlukan terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang diperkirakan berdampak 3 ribu kali lebih besar daripada revolusi industri pertama.

Dampak yang mulai terlihat, menurut Jokowi, adalah penggunaan robot sebagai tenaga kerja di sejumlah aspek dan tempat.

"Tidak perlu takut. Siapkan diri. Belajar dan berusaha keras agar ambil peluang. Kalau tidak siap tidak bisa ambil peluang," kata Jokowi. (wis/wis)