Urai Macet 3 Perlintasan, Underpass Mampang Diujicoba Besok

MEI, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 10:00 WIB
Urai Macet 3 Perlintasan, Underpass Mampang Diujicoba Besok Underpass Mampang akan diujicoba besok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jalan Lintas bawah (underpass) Mampang-Kuningan berlokasi di Jalan Mampang Prapatan dan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan akan diuji coba besok, Rabu (11/4). Hal itu dilakukan buat melihat perubahan pola lalu lintas di kawasan sekitar underpass.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan, uji coba open traffic direncanakan pada tanggal 11 April 2018," kata Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo melalui keterangan resminya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/4).

Menurut Heru, pekerjaan underpass sedianya rampung pada Sabtu (7/4) lalu. Namun, masih ada perapihan yang harus dikerjakan pada area ramp underpass. Tepatnya pada area Jalan Rasuna Said yang bersinggungan dengan pembangunan light rail transit (LRT) Cawang - Dukuh Atas.


"Di samping itu, diperlukan rekayasa lalu lintas pada area sekitar pembangunan, maka underpass Mampang-Kuningan belum dapat langsung dioperasikan pada tanggal 7 April 2018," kata Heru.


Adapun underpass yang dibangun sejak November 2016 atau era mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama itu, bertujuan mengurangi kemacetan pada beberapa perlintasan.

Pertama, mengurangi kemacetan pada lalu lintas Barat - Timur di Simpang Kuningan yaitu pada Jalan Gatot Subroto. Dari Semanggi menuju Pancoran dan sebaliknya.

Kedua, lalu lintas Barat - Timur di Simpang Mampang yaitu pada Jalan Tendean. Dari Santa menuju Buncit dan dari Pancoran menuju Santa.

Ketiga, lalu lintas Utara - Selatan melalui underpass antara Mampang ke/dan dari Rasuna Said.

Dinas Bina Marga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat untuk penataan manajemen lalu lintas pada area tersebut.

"Untuk pengoperasian underpass Mampang-Kuningan perlu dilaksanakan penataan traffic management dan penataan traffic light di kawasan sekitar lokasi, terutama pada simpang Mampang dan simpang Kuningan," kata Heru.

Secara teknis, sistem drainase underpass menggunakan empat unit pompa, yaitu dua pompa utama dan dua pompa penguras. Struktur dinding penahan tanah dibuat dengan menggunakan struktur pondasi secant pile.

Pembangunan underpass sepanjang 827 meter dan lebar 14 meter itu digarap PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana dan menggunakan dana dari APBD DKI Jakarta. (ayp)