"Kayaknya begitu," ucap Cak Imin, saat ditanya soal tertutupnya peluang poros ketiga akibat deklarasi Jokowi dan Prabowo, Jakarta, Rabu (11/4). "Sampai hari ini belum ada satupun yang inisiator," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Cak Imin membantah bahwa pembentukan posko JOIN (Jokowi-Cak Imin) merupakan bagian untuk menaikkan posisi tawar dirinya kepada Jokowi.
"Coat-tail effect ini siapa yang diusung di atas akan mempengaruhi siapa yang memilih di bawah. Bagi PKB, wajib hukumnya maju sebagai capres atau cawapres. Lalu kami optimistis Pak Jokowi menerima. Tentu semua partai akan punya tanggung jawab itu, salah satunya saya," paparnya.
Wakil Ketua MPR ini mengklaim Jokowi tidak mempersoalkan pembentukan posko JOIN tersebut. Dia pun mengaku telah berkomunikasi kepada Jokowi terkait hal tersebut.
"[Tanggapannya] 'ya silakan'. 'Silakan' artinya apa? Tidak tahu. Cuma ngomong gitu, 'silakan'," ujar Cak Imin, menirukan ucapan Jokowi.
"Nah tiga kali sudah hampir bertemu, tidak jadi karena Cak Imin yang enggak datang, jadi jangan dibalik-balik. Jadi sudah disiapkan, ada Pak SBY, Bang Zul {Zulkifli Hasan] juga ada, dia tidak bisa," kata Hinca yang menjelaskan rencana pertemuan ketiga ketua umum partai setelah masing-masing sekretaris jenderal bertemu, Kamis (5/4) pekan lalu.
Meski demikian, Hinca meyakini jika semangat untuk membentuk poros alternatif dari tiga partai itu masih sejalan. Hanya saja saat ini disebut tinggal persoalan waktu. (arh/sur)