Istri Setnov Mengaku Kelimpungan saat Suaminya Diburu KPK

Feri Agus, CNN Indonesia | Senin, 16/04/2018 22:57 WIB
Istri Setnov Mengaku Kelimpungan saat Suaminya Diburu KPK Deisti mengaku teleponnya tak disambut Setya Novanto ketika sang suami dicari-cari penyidik KPK. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor mengaku sempat kesulitan menghubungi sang suami ketika dicari-cari oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada 15 November 2017 malam. Deisti mengatakan sejumlah penyidik KPK sudah berada di rumahnya, Jalan Wijaya XII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Waktu malam itu datang, saya disuruh ke bawah untuk tanda tangan surat kuasa dari keluarga untuk pak Fredrich. Nah di situ baru dikasih tahu, mereka mencari pak Novanto," kata Deisti saat bersaksi dalam sidang terdakwa dr. Bimanesh, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (16/4).

Menurut Deisti, saat itu Setnov sudah tak berada di rumah. Dia mengklaim tak tahu keberadaan suaminya. Deisti menyangka Setnov ada di rumah ketika penyidik KPK datang. Namun, yang terlihat hanya Fredrich.
"(Setnov) ke luar, pergi, saya juga enggak ketemu, sorenya saya hanya dengar ada pengawal saja. Suami saya enggak nungguin saya. Pas orang rumah bilang ada KPK saya pikir ada beliau, enggak tahunya cuma ada pengacaranya," katanya.


Mengetahui Setnov tak ada di rumah saat penyidik KPK menyatroni dan menggeledah rumahnya, Deisti pun mengaku berusaha menghubungi sang suami. Namun, lanjut Deisti panggilan telepon dirinya tak direspon Setnov.

Deisti menyebut terus berusaha menghubungi Setnov sampai sekitar pukul 01.30 WIB, 16 November 2017. Lagi-lagi, telepon dari dirinya tak diangkat oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.
Akhirnya, kata Deisti penyidik KPK meninggalkan rumahnya lantaran tak menemukan Setnov. Menurut Deisti, Setnov juga tak berusaha menghubungi dirinya.

"Kadang-kadang mati, kadang-kadang nyambung, tapi lebih banyak nyambungnya. Cuma pas itu saya telepon di depan penyidik enggak nyambung, mati," tuturnya.

Serahkan Diri ke KPK

Deisti mengatakan bahwa Setnov baru mengabarkan dirinya sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis 16 November 2017. Menurut dia, lewat sambungan telepon Setnov mengaku bakal menyerahkan diri ke KPK. Setnov pun, lanjut Deisti meminta dirinya tenang dan menjaga anak-anaknya.

"Bapak yang nelepon bilang bahwa saya akan datang ke KPK, bersama ketua DPD I Golkar. (Setnov menyampaikan) kamu dan anak-anak tolong tenang, tabah, menenangkan kita, hubungi anak-anak," kata Deisti.

Deisti melanjutkan saat perbincangan singkat itu Setnov tak memberi tahu tengah berada di mana. Saat itu, Setnov masih dalam pencarian penyidik KPK untuk diperiksa selaku tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Selepas telepon tersebut, Deisti mengaku tak tahu Setnov berada di mana. Dia mendapat kabar Setnov mengalami kecelakaan mobil pada malam harinya. Dia mengaku diberi kabar oleh Fredrich mengenai kecelakaan mobil yang menimpa Setnov sekitar pukul 19.30 WIB.

Deisti diminta Fredrich untuk datang ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, tempat Setnov dirawat. Dia mengatakan tiba di rumah sakit tersebut sekitar pukul 20.30 WIB. Saat dirinya tiba Setnov sudah berada di kamar VIP 323.


"Saya tanya dia (Fredrich) bilang enggak tahu, karen sedang di perjalanan. Dia belum liat bapak, jadi saya disuruh ke RS aja, Permata Hijau," ujarnya.

Deisti baru mengetahui keberadaan Setnov saat dicari penyidik KPK pada 15 sampai 16 November 2017, ketika di rumah sakit. Deisti mengatakan bahwa Setnov mengaku berada di sebuah hotel di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

"Baru tahu dari bapak di rumah sakit. Saya tanya kronologinya, katanya di Sentul," ujarnya. (ayp/ayp)