Fahri Hamzah soal Partai Setan: Mulut Amien Rais Diperlukan

Ramadhan Rizki, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 20:14 WIB
Fahri Hamzah soal Partai Setan: Mulut Amien Rais Diperlukan Fahri Hamzah menilai pernyataan Amien Rais terkait partai setan justru memperkaya wawasan masyarakat. (CNNIndonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai ceramah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal 'partai setan' dan 'partai Allah' justru memperkaya wawasan masyarakat Indonesia terkait istilah di dalam Alquran. Menurutnya pernyataan Amien diperlukan untuk menjaga akal sehat.

Menurut Fahri, masyarakat atau pihak yang merasa tersindir oleh pernyataan Amien Rais itu tak perlu terlalu terbawa perasaan alias baper hingga melaporkan ke pihak kepolisian.

"Itu justru memperkaya otak dan wawasan kita. Enggak usah cepat baper, jadi mulut Pak Amien itu diperlukan untuk menjaga akal sehat bangsa Indonesia," kata Fahri usai menghadiri diskusi di kawasan Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/4).



Ia menilai bahwa istilah yang dilontarkan Amien itu telah tercatat dan merujuk dalam ayat Alquran terkait dua kelompok tersebut.

"Ada yang namanya hizbullah (partai Allah) ada yang namanya hizbutsyaiton (partai setan), itu normal saja, seperti kata kafir dan lainnya itu biasa saja, itu bagian ilustrasi yang berasal dari kitab suci," ujar Fahri.

Menurut Fahri, sejak zaman Orde Baru Amien sering menggunakan istilah dalam Alquran untuk mengasosiasikan sesuatu yang berkaitan dengan ketidakpuasannya terhadap realita yang dialami bangsa Indonesia.


Fahri masih mengingat bahwa Amien pernah menyindir rezim Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto secara halus dengan analogi 'pemimpin firaun'.

"Pak Amien memakai asosiasi yang bersumber dari Alquran. Dulu pernah beliau memberi pengajian di zaman Pak Harto, dia menganalogikannya penguasa dengan firaun, dia kutip ayat Alquran. Itu biasa," kata dia.

Fahri menilai perkataan yang diucapkan Amien saat Orde Baru hingga saat ini masih berani dan konsisten untuk mengkritik sisi kehidupan dan realita berbangsa Indonesia.


Ia mengklaim saat Soeharto masih berkuasa hanya Amien yang berani membicarakan soal suksesi atau peralihan kepemimpinan presiden Indonesia di depan masyarakat.

"Itulah Pak Amien dari dulu, ketika dulu [zaman orde baru] orang belum berani membicarakan suksesi, Pak Amien jadi orang yang pertama bicara suksesi," kata dia.

Sebelumnya, Amien Rais mendikotomikan partai politik di Indonesia menjadi dua kutub, yakni partai setan dan partai Allah.

Hal tersebut disampaikan Amien saat memberikan tausiah dalam Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

Dalam tausiah itu, Amien menyebut PAN, PKS, dan Gerindra masuk sebagai partai Allah. Sementara itu, partai besar masuk dalam partai setan.

(pmg)