Minta Staf TransJakarta Tak Demo, Sandi Usul Festival OK OCE

DHF, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 03:50 WIB
Minta Staf TransJakarta Tak Demo, Sandi Usul Festival OK OCE Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengimbau karyawan Transjakarta tak menggelar unjuk rasa. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta para pekerja PT TransJakarta untuk tak melakukan aksi unjuk rasa, pada Rabu (18/4). Ia menyarankan mereka menggelar festival One Kecamatan One Center for Enterpreneurship (OK OCE).

"Besok saya perintahkan untuk tidak melakukan unjuk rasa. Tapi kalau ingin kumpul-kumpul, bikin saja festival OK OCE. Para pekerja kumpul dan kita adakan sesuatu yang kondusif, sesuatu yang solutif," ujar dia, saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (17/4).
Hal itu diungkapkannya seusai bertemu perwakilan serikat pekerja PT TransJakarta, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (17/4). Tujuannya, mendengar masukan dari sejumlah serikat pekerja yang hendak melakukan mogok kerja, Rabu (18/4).

Serikat-serikat pekerja itu adalah Serikat Pekerja Dirgantara dan Transportasi (SPDT), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), serikat pekerja PT TransJakarta.


Dalam pertemuan itu, kata Sandi, diketahui ada komunikasi yang kurang baik antara serikat pekerja dengan pihak PT Transjakarta. Terutama, dalam hal janji pengangkatan karyawan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi karyawan tetap.
Pemprov DKI Jakarta, lanjut Sandi, memberi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk membicarakan hal tersebut terlebih dulu.

"Serikat pekerja juga menuntut proses yang transparan. Itu yang kita akan harapkan dibicarakan dalam skema bipartit. Seandainya bipartitnya mentok, kita akan berikan ruang untuk fasilitasi," tuturnya.

Sebelumnya, serikat pekerja PT Transjakarta menilai PT Transjakarta telah melanggar perjanjian mengenai pengangkatan pegawai PKWT menjadi pegawai tetap.
Pada 3 Oktober 2017, serikat pekerja dan manajemen Transjakarta bersepakat 1.847 orang karyawan harus diangkat menjadi karyawan tetap. Namun pengangkatan belum dilakukan hingga kini. Malah ada 80 karyawan yang di-PHK. (arh/sur)