Waketum Gerindra Duga Wiranto Sandera SBY Lewat Kasus Century

DIZ, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 03:23 WIB
Waketum Gerindra Duga Wiranto Sandera SBY Lewat Kasus Century Wakil ketua umum DPP Gerindra Ferry Juliantono menduga pertemuan Wiranto SBY membahas kasus Century. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menduga pertemuan antara Menko Polhukam Wiranto dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (18/4) terkait dengan kasus Bank Century.

Kata Ferry, Wiranto menyandera SBY dengan kasus Bank Century agar Partai Demokrat mendukung Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019.

"Itu kali ingin ditetapkannya Boediono jadi tersangka. Jadi, Wiranto mungkin memberitahu perkembangan ke SBY, atau juga Wiranto menyandera Pak SBY, 'Kalau gitu Demokrat dukung Jokowi saja'. Pasti kurang lebih itu," kata Ferry di Jakarta, Kamis (19/4).


Ferry menganggap penyanderaan tersebut ada sangkut pautnya dengan perkembangan status tersangka Boediono dalam skandal Bank Century. Dia meyakini KPK akan segera meningkatkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan dan menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus Bank Century dalam waktu dekat.
Kasus Bank Century kembali mencuat setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan paraperadilan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Dalam putusannya, majelis hakim memerintahkan KPK untuk menetapkan Boediono, Muliaman Darmansyah Hadad, Hartadi, Miranda Swaray Gutom, dan Raden Pardede sebagai tersangka kasus Century.

"Oleh karena itu kalau menyangkut nama Pak Boediono, itu orang relatif dekat dengan SBY, Wiranto atas nama Presiden menyampaikan, kemungkinannya seperti itu," kata Ferry.

Pertemuan tertutup yang dilakukan oleh Wiranto dengan SBY di kediaman SBY di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Wiranto menjelaskan pertemuan keduanya membahas kondisi nasional dan kondisi politik nasional saat akan menghadapi pemilu.

Selain itu Wiranto juga menilai SBY memahami kondisi keamanan nasional karena pernah mengelola isu tersebut karena pernah menjabat sebagai Kepala Staf Teritorial TNI.

"Kondisinya gimana dan bagaimana kira-kira ke depan antisipasi beliau seperti apa saya dengarkan," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Rabu (18/4).

Senada, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan juga mengatakan pertemuan Wiranto dan SBY hanya membahas masalah politik nasional.

"Karena pak Wiranto kan sebagai menteri polhukam, ya tentu menyangkut tentang itu," kata Syarief.
(ugo/ugo)