Sepakat SBY, Fahri Sebut Banyak Janji Tak Dipenuhi Jokowi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 14:43 WIB
Sepakat SBY, Fahri Sebut Banyak Janji Tak Dipenuhi Jokowi Fahri menilai, janji kampanye Jokowi yang tak banyak dipenuhi bukan hal baru, termasuk pembangunan infrastruktur yang hanya meneruskan program pemerintahan sebelumnya. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sepakat dengan pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang meyakini bakal ada pemimpin baru untuk periode 2019-2024.

Hal itu, menurut Fahri, tak lepas bahwa banyak janji kampanye pada Pilpres 2014 tidak dipenuhi Joko Widodo hingga hari ini. Kata Fahri, Jokowi tak bisa lagi menyembunyikan fakta tersebut.

"Anda mau make up Jokowi kayak apa pun, satu saja yang dia enggak bisa jawab, kenapa semua janji pemilunya enggak dipenuhi?" kata Fahri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (23/4).


Fahri menilai janji kampanye Jokowi yang tak banyak dipenuhi bukan merupakan hal baru, termasuk soal infrastruktur. Dia pun meminta agar pendukung Jokowi tidak perlu menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai bentuk pembelaan.

"Enggak usah muter-muter cari argumen lain kayak trans Papua, Kalimantan segala macam," katanya.


Menurutnya, Jokowi hanya melanjutkan program pemerintahan sebelumnya untuk membangun infrastruktur.

"Itu sudah dibangun dari lama, ini pemerintah nggak komit dengan janjinya setelah tidak komitmen waktu dia buat perencanaan," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi soal elektabilitas Jokowi yang merangkak naik dalam survei terakhir litbang Kompas, Fahri menilai hal itu karena Jokowi belum memiliki lawan di Pilpres 2019, sama seperti saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat Pilgub DKI Jakarta 2017.

"Yang missed dari semua survei-survei ini dia lupa bahwa incumbent belum ada lawan, Prabowo belum pasti," katanya.


Bahkan, Fahri menduga ketika Jokowi telah memiliki kepastian lawan, koalisi partai pendukungnya akan bubar. Alhasil, Jokowi tidak akan mendapatkan tiket di 2019.

Kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan mengisyarakatkan akan mengusung capres cawapres di luar nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dia mengatakan, akan ada pemimpin baru untuk periode berikutnya.

Nama capres dan cawapres yang akan diusung itu akan diumumkan setelah SBY melakukan safari politik ke sejumlah daerah.

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," kata SBY di hadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Minggu (24/4). (osc)