Canda Hasto soal Pidato SBY Pemimpin Baru: Maksudnya Jokowi

DHF, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 05:56 WIB
Canda Hasto soal Pidato SBY Pemimpin Baru: Maksudnya Jokowi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dengan bercanda menyebut maksud pidato SBY soal akan ada pemimpin baru di masa mendatang itu, yakni Jokowi kembali jadi presiden. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menanggapi santai pidato Ketua Umum Partai Demokrat Susilo bambang Yudhoyono yang menyebut akan ada pemimpin baru di masa mendatang.

Dengan berkelakar, Hasto menyebut yang dimaksud SBY adalah Joko Widodo terpilih kembali di Pilpres 2019.

"Maksudnya Presiden (Jokowi) dilantik lagi, kira-kira seperti itu. Semangatnya yang baru. Kan di undang-undang mengizinkan presiden menjabat dua kali," kata Hasto saat ditemui di Kantor DPP PDIP di Jakarta, Selasa (24/4).


Hasto menyampaikan SBY pasti memahami kalau kesinambungan dan konsistensi baik bagi pemerintahan. Hal ini, ucapnya, yang juga terjadi pada dua periode SBY sebagai presiden.

Terkait pidato SBY tersebut, Hasto juga menyebut sah-sah saja jika terbentuk poros ketiga. Namun dia meragukan poros ketiga terbentuk di Pilpres 2019.

"Kami meyakini bahwa pada akhirnya memang akan ada dua pasang calon," tuturnya.

Meski begitu, PDIP tetap bersiap menghadapi skema pertarungan seperti apapun. Dia juga mengatakan partainya masih membuka ruang dialog kepada semua pihak, termasuk Demokrat, untuk membangun koalisi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berharap akan ada pemimpin-pemimpin baru yang amanah dan cinta rakyat di masa depan.

Pernyataan SBY itu merespons pertanyaan salah satu warga Supandi Harsono yang menyampaikan keinginan agar SBY maju mencalonkan diri kembali sebagai Presiden.

"Nantilah, Insya Allah, akan ada pemimpin-pemimpin baru yang amanah, yang cinta rakyat, memikirkan rakyat, cerdas kemudian kebijakan dan programnya baik," kata SBY dalam acara silaturahmi dengan ulama, umaro dan tokoh masyarakat Kota Cilegon pada Minggu (22/4) malam di Royale Krakatau Hotel. (osc/osc)