Kabel di Papua Jadi Perhatian Menristekdikti Jelang SBMPTN

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 01:47 WIB
Kabel di Papua Jadi Perhatian Menristekdikti Jelang SBMPTN Kabel fiber optik yang putus di perairan Sarmi-Biak, Papua Barat, disebut akan menyulitkan peserta SBMPTN yang mengikuti ujian tulis berbasis komputer. (UGC CNN Student/Nana Riskhi Susanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta panitia penyelenggara Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2018 mengantisipasi kendala yang mungkin muncul usai terputusnya jaringan optik yang di perairan Sarmi-Biak, Papua Barat.

Putusnya jaringan kabel optik milik Telkom di bawah laut itu disebutnya dapat mengakibatkan SBMPTN jenis Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tidak bisa dilakukan di Papua Barat.

"Saya minta tolong panitia SBMPTN mengantisipasi terjadinya kabel putus yang ada di Sarmi, Papua Barat," kata Nasir di Jakarta, Kamis (26/4).



Selain UTBK, untuk mengincar kursi di perguruan tinggi negeri, peserta dapat mengikuti seleksi penerimaan dengan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC).

Untuk Pendaftaran UTBC dan UTBK secara daring akan dibuka kurun waktu 5 April 2018 sampai 27 April 2018 pukul 22.00 WIB. Pendaftaran daring UTBK akan ditutup apabila jumlah kuota pendaftar telah terpenuhi. Lalu, UTBC dan UTBK akan dilaksanakan pada 8 Mei 2018.

Jika proses perbaikan jaringan kabel optik bawah laut di jalur selatan Papua itu belum rampung hingga tanggal pelaksanaan ujian, peserta hanya bisa mengikuti tes secara UTBC meski telah memilih jenis UTBK saat pendaftaran.

"Bagaimana solusi yang disarankan, mau tidak mau UTBC. Panitia menyediakan infrastruktur semuanya itu," kata Nasir.


Dengan demikian, Nasir menginstruksikan agar pengiriman dokumen soal SBMPTN tertulis dari panitia pusat ke pantia lokal di Papua Barat tidak terlambat.

"Jadi bisa diselesaikan sebelum tanggal itu mereka harus sudah mengirim dokumen soalnya," tegasnya. (kid/kid)