Disebut Kencing Berdiri, Setnov Tuding Perawat Mengarang

Feri Agus Setyawan, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 13:59 WIB
Disebut Kencing Berdiri, Setnov Tuding Perawat Mengarang Terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/4). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov membantah keterangan perawat Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau Indri Astuti soal buang air kecil berdiri sehari usai mengalami kecelakaan.

Hal itu disampaikan Setnov saat menjadi saksi untuk terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (27/4).

Awalnya, Ketua majelis hakim Mahfudin menanyakan perihal kesaksian Indri di persidangan dengan terdakwa dokter Bimanesh, beberapa waktu lalu, kepada Setnov. Ketika itu, Indri mengaku melihat Novanto bisa kencing berdiri sehari pascakecelakaan.


Novanto sendiri mengalami kecelakaan pada Kamis (16/11/2017). Ia kemudian dibawa ke RS Medika Permata Hijau.

"Ada saksi perawat namanya Indri melihat Anda kencing berdiri, lalu dia tawarkan bantuan, terus katanya Anda kaget?" tanya hakim Mahfudin.

Setnov membantah keterangan Indri tersebut. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku harus dibantu istrinya, Deisti Astriani Tagor, untuk buang air kecil. Ketika itu, dirinya buang air kecil menggunakan pispot.

"Enggak ada, enggak ada, Yang Mulia. Kan ada istri, istri saya yang bantuin pakai pispot itu," jawab Setnov.

Supervisor keperawatan RS Medika Permata Hijau, Indri Astuti, saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (5/4).Supervisor keperawatan RS Medika Permata Hijau, Indri Astuti, saat memberikan kesaksian di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (5/4). (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)

Hakim Mahfudin tak percaya begitu saja dengan jawaban Setnov. Dia kembali mencecar Setnov soal kondisinya yang disebut sudah bisa kencing berdiri.

"Jadi yang ngarang dia atau saudara? Saksi juga kita sumpah lho," kata hakim.

"Dia [perawat] yang ngarang, Yang Mulia. Dosa itu [berbohong], dosa," timpal Setnov seraya terkekeh.

Setnov mengatakan tak mungkin dirinya bisa berdiri lantaran dalam keadaan sakit usai kecelakaan pada 16 November 2017 malam.

"Kalau berdiri kan enggak mungkin, Yang Mulia, karena saya dalam keadaan sakit, saya pakai pispot itu, Yang Mulia," tutur Setnov.

Bantah Minta Diperban

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga membantah dirinya meminta untuk diperban dan obat merah kepada perawat yang menanganinya. Setnov mengklaim saat itu ia dalam posisi pingsan dan tak mungkin meminta sesuatu kepada perawat RS Medika Permata Hijau.

"Saya enggak tahu, Yang Mulia. Tahu-tahu sudah diperban, sudah diinfus. Terus saya ingat samar-samar itu dokter Bimanesh," aku dia.

Setnov juga mengaku sempat muntah-muntah saat tengah malam. Ketika itu, lanjut Setnov sudah ada istri dan sejumlah kerabatnya. Namun, terdakwa korupsi proyek e-KTP itu tak sadar bila sudah ada sang istri di dalam kamarnya. Setnov baru sadar saat pagi harinya.

Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau Hafil Budianto Abdulgani, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/4). Direktur Rumah Sakit Medika Permata Hijau Hafil Budianto Abdulgani, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/4). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

"Saya pagi sadar sudah ada istri saya. Keadaan memang sudah betul-betul melek gitu aja," tandasnya.

Sebelumnya, Indri mendapati Setnov kencing berdiri sehari pascakecelakaan.

"Menjelang jam 6 pagi saya mau cek tensi, tapi pasien masih tidur. Saya masuk lagi ke kamar itu, saya lihat bapak itu [Setya Novanto] berdiri tegak buang air kecil," tutur dia, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (2/4).

Ketika itu, Setnov terlihat kaget mengetahui dirinya ada di dalam kamar. Indri menduga pria yang kala itu masih menjabat Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR tersebut tak mendengar dirinya masuk ke dalam kamar.

"Mungkin dia enggak dengar saya masuk. 'Pak saya bantuin'. Si bapak itu kaget," kata Indri. (arh/gil)