Sandiaga Sebut Pesta Rakyat di Monas Langgar Lima Hal

DHF, CNN Indonesia | Senin, 30/04/2018 23:52 WIB
Sandiaga Sebut Pesta Rakyat di Monas Langgar Lima Hal Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut gelaran Pesta Rakyat di Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu (28/4) melanggar lima hal.

Sandi mengatakan pelanggaran pertama adalah pencatutan logo Pemprov DKI Jakarta dalam publikasi acara tersebut.

"Panitia menggunakan logo resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanpa izin. Jadi saya ingin garis bawahi bahwa ini bukan event Pemprov DKI," ucap Sandi saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, usai bertemu dengan pihak penyelenggara pada Senin (30/4).


Pelanggaran kedua adalah acara yang dihelat tak sesuai dengan rencana awal. Pada proposal yang diterima Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, acara itu adalah gelaran seni budaya.

Dalam rangka hari tari internasional, mereka berniat untuk memecahkan rekor tari dengan peserta terbanyak. Namun pada praktiknya malah jadi acara bagi-bagi sembako gratis.

Lalu kesalahan ketiga adalah panitia tidak menjaga kebersihan Monas selama acara berlangsung. Setidaknya ada tujuh puluh ton sampah berserakan setelah acara ini.

"Alhamdulillah di Monas tidak terjadi kerusakan, tapi lebih dari tujuh puluh ton sampah tadi dan sampai siang (belum selesai dibersihkan). Akhirnya UP (unit pengelola) Monas meminta bantuan dari Dinas LH (lingkungan hidup)," ujarnya.

Kesalahan keempat yakni panitia tak mampu menangani gelombang massa yang diperkirakan mencapai 350 ribu orang.

Terakhir, panitia dinilai tak proaktif menjaga ketertiban yang berujung kericuhan dan kepadatan lalu lintas di sekitar Monas.

Meski begitu Pemprov DKI Jakarta, ucapnya, belum menentukan sanksi untuk penyelenggara acara itu.

"Ya, ini yang lagi tentunya dikerjakan oleh dinas terkait untuk melihat sanksinya seperti apa," tutur Sandi.

Meski begitu Sandi mengatakan hal ini akan jadi pembelajaran bagi Pemprov DKI Jakarta. Sandi meminta jajarannya untuk lebih jeli menakar kredibilitas penyelenggara acara-acara di Monas.

"Kalau seandainya terjadi seperti ini, kita bisa melihat entitasnya apa untuk kita minta pertanggungjawaban," sebutnya.

Sebelumnya terjadi kericuham pada pembagian sembako di Pesta Rakyat yang digelar di Monas, Sabtu (28/4). Kejadian ini merenggut dua nyawa warga Pademangan, Jakarta Utara.

Selain itu banyak warga yang pingsan dalam gelaran ini karena berdesak-desakan. Lalu lintas di sekitar Monas pun sempat macet total karena kendaraan yang mengangkut massa tak terkoordinir dengan baik. (eks/eks)