Kepala UPT Monas: Acara Pesta Rakyat di Luar Ekspektasi

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Sabtu, 28/04/2018 17:15 WIB
Kepala UPT Monas: Acara Pesta Rakyat di Luar Ekspektasi Kepala Unit Pengelolaan Teknis Monumen Nasional (Monas) Munjirin mengatakan acara pesta rakyat 'Untukmu Indonesia' di luar perkiraannya. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesta Rakyat bertajuk 'Untukmu Indonesia' yang berlangsung di Monumen Nasional, pada Sabtu (28/4) dihadiri hingga sekitar seratus ribu orang lebih. Acara ini juga mengakibatkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di sekitar Monas.

Kepala Unit Pengelolaan Teknis (UPT) Monumen Nasional (Monas) Munjirin mengatakan acara pesta rakyat 'Untukmu Indonesia' tersebut di luar perkiraannya. Hal tersebut lantaran acara yang dihadiri lebih dari 150 ribu orang dari Jabodetabek itu mengakibatkan kemacetan parah di Jakarta Pusat.

Munjirin pun mengeluhkan sulitnya menghubungi Ketua Panitia Forum Untukmu Indonesia, Dave Santosa untuk berkoordinasi terkait teknis acara.


"Bukan (macet) di depan Balai Kota saja. Saya juga bingung tadi, muter-muter. Ini juga di luar ekspektasi ini panitia. Saya telepon (ponselnya) juga mati, susah benar," kata Munjirin kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (28/4).


Munjirin mengatakan, panitia berjanji untuk menggelar acara yang berisi pembagian sembako dan hiburan itu sampai pukul 22:00 WIB. Namun, ada kemungkinan jadwal dipercepat.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, kawasan Monas dan sekitarnya macet parah. Situasi lalu lintas di Jalan Cut Meutia, Jalan Menteng Raya, dan Jalan Ridwan Rais arah Gambir padat merayap sebagai imbas acara ini.

Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Selatan pun menyempit lantaran dua dari empat lajurnya digunakan untuk parkir mobil dan puluhan bus pengangkut warga. Sampah plastik bekas makanan dan minuman pun berserakan di trotoar sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan dan Monas.

Munjirin mengatakan, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) alias pasukan oranye baru bisa mengangkut sampah secara keseluruhan seusai acara. Dia berjanji kawasan Monas dan sekitarnya akan kembali bersih sebelum hari bebas kendaraan bermotor (car free day/CFD) Minggu, 29 April 2018 pagi besok.


Rerumputan di kawasan Monas yang seharusnya tak diinjak pun justru diduduki warga. Kebanyakan dari mereka beristirahat usai menerima kardus sembako berisi minyak, mi instan, kopi, gula, dan roti itu.

"Tinggal tukar kupon aja. Saya dapat kupon dari RT saya di Kebon Jeruk," ujar Eka, salah seorang warga penerima sembako.

Panitia juga memasang spanduk bertuliskan, "Sehubungan acara ini bukanlah acara politik, maka dilarang membawa masuk seluruh atribut partai, termasuk bendera, kaos, maupun pin."


Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Tinia Budiati menegaskan Pemprov DKI bukanlah penyelenggara 'Untukmu Indonesia'.

"Untuk kegiatan tersebut kami hanya perizinan tempat, selebihnya bukan tanggung jawab kami," ujarnya, Kamis (26/4). (rah/rah)