KSPI Akan Deklarasi Capres, GBK Izinkan Penggunaan Istora

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 01/05/2018 09:09 WIB
KSPI Akan Deklarasi Capres, GBK Izinkan Penggunaan Istora Presiden KSPI Said Iqbal (tengah) dalam aksi unjuk rasa long march menuju Istana, Jakarta, 2016. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPK Gelora Bung Karno (GBK) Gatot Tetuko membenarkan pihaknya mengaku telah memberikan izin kepada Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) untuk mengadakan kegiatan di Istora Senayan pada Hari Buruh Internasional.

"Dari kami sudah ada izin, mereka pesan dan memang sudah ada izin juga dari kepolisian," kata dia, melalui sambungan telepon, Jakarta (1/5).

Hal ini dikatakannya terkait dengan kabar bahwa KSPI akan menyampaikan dukungan mereka kepada Prabowo Subianto untuk maju dalam Pemilu 2019 di Istora Senayan, pada gelaran Hari Buruh Internasional atau May Day, Selasa (1/5).


Meski begitu, lanjut Gatot, izin yang diberikan pengelola Istora Senayan itu memberikan syarat tertentu. Bahwa, para buruh yang masuk lokasi jumlahnya dibatasi dan tidak boleh sampai melebihi kapasitas Istora.

"Ada komitmen yang masuk jumlahnya berapa, luar kesepakatan tidak diizinkan masuk, sesuai kapasitas kami hanya izinkan 8.000 dan sesuai permohonan mereka," jelasnya.

Terkait pengamanan, pihaknya juga telah bekerjasama dengan aparat kepolisian. Meski begitu, pihak Istora sudah memiliki ada pengamanan khusus.

"Kerja sama dengan polisi, tapi kami dari dalam (pihak Istora Senayan) juga memang ada pengamanan khusus, yah," ucapnya.

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal memastikan acara peringatan hari buruh kali ini memang akan diwarnai dengan sejumlah aksi. Rangkaian acara diakhiri dengan pernyataan dukungan kepada Prabowo sebagai calon Presiden 2019-2024 di Istora Senayan.

Dia memastikan Prabowo akan hadir dalam kegiatan tersebut. "Hadir, kan sudah dapat dukungan dari buruh untuk jadi Presiden 2019-2024," kata Said saat dihubungi.

Selain itu, lanjut Said, sejumlah tokoh juga diundang untuk meramaikan acara puncak di Istora itu, seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan beberapa tokoh lainnya.

"Kalau datang boleh tidak juga tidak apa-apa, yang pasti hadir itu yang jelas Pak Prabowo," tandas dia.

Diketahui, titik-titik berkumpulnya massa dalam aksi Hari Buruh Internasional adalah di kawasan depan Istana Kepresidenan, Balai Kota DKI Jakarta, Senayan, kawasan Patung Kuda, dan Istora Senayan.

(arh/arh)