Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Jawa Barat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus penodaan Pancasila dengan tersangka Imam Front Pembela Islam,
Muhammad Rizieq Shihab. Pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro langsung mendatangi Bareskrim Mabes Polri buat mengambil barang bukti perkara itu.
"(Barbuk yang diambil) menyangkut masalah habib kemarin, termasuk thesis habib tentang Pancasila dan isi ceramah seutuhnya, sementara yang diajukan di Polda Jabar kan video Youtube cuma dua menit," ujar Sugito, Jumat (4/5).
Menurut Sugito, penghentian penyidikan ini lantaran laporan itu dianggap tak memenuhi unsur pidana. Selain itu polisi juga tak menemukan unsur mens rea atau niat jahat atas ceramah Rizieq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugito menilai ceramah Rizieq masih wajar dan hanya mengkritik permasalahan Pancasila. Dalam ceramahnya, Rizieq menyebut 'Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala'.
"Ini kan ceramah biasa dan itu mengkritisi masalah Pancasila. Kalau mengkritisi Pancasila, itu BPUPKI dulu juga dikritisi," ujarnya.
Rizieq sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka setelah Polda Jawa Barat menerima limpahan laporan Sukmawati Soekarnoputri dari Bareskrim Polri. Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno itu menuding Rizieq melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila dan aduannya diterima dalam lapiran bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.
Rizieq dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Lambang Negara dan Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. Keputusan polisi menghentikan penyidikan perkara Rizieq itu diambil tak lama setelah sejumlah ulama menyatakan diri sebagai Tim Sebelas Persaudaraan Alumni 212 bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Bogor beberapa waktu lalu.
(ayp/sur)