Hal itu menanggapi pernyataan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Bulan Bintah (PBB) yang siap menampung eks kader HTI.
Menurutnya upaya tersebut menunjukan bahwa orang-orang eks HTI tidak dimusuhi dan malah dicintai oleh masyarakat Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan ajakan tersebut, menurut Sri, para kader dan elit HTI dapat dibina dan dibimbing untuk kembali memegang teguh ideologi Pancasila dan menjunjung tinggi NKRI.
Lihat juga:PKB Siap Tampung Eks Kader HTI |
"Mau bicara apapun soal liberalisme apa ya silakan masuk ke parlemen bicara di sana jangan bicara di luar parlemen," lanjut Sri.
Sebelumnya, PKB dan PBB menyatakan siap untuk menampung mantan kader dan simpatisan HTI setelah putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha N
Lihat juga:Pembubaran Tak Hentikan Aktivitas Dakwah HTI |
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan sikap partainya itu sudah dilakukan jauh hari sebelum polemik pencabutan badan hukum HTI diproses di pengadilan.
"Sejak jauh sebelum dibawa ke pengadilan, saya sudah menyampaikan bahwa sebagai hak warga negara apalagi juga pengikut HTI tentu harus diterima semua kalangan," kata Muhaimin usai bertemu Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (8/5) malam.
Pada kesempatan lain Ketua Umum PBB Yusril Mahendra menyebut partainya siap membuka pintu bagi kader dan simpatisan HTI yang berniat menjadi calon anggota legislatif (caleg) di Pemilu 2019. Hal itu disampaikan Yusril untuk merespons dukungan HTI terhadap PBB di pemilu 2019 mendatang.
"Siap saja kita, kita tampung," kata Yusril saat ditemui di kantor HTI, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (8/5). (osc)