Sebanyak 35 Ribu Aparat Siap Amankan Aksi 115 di Monas

CTR, CNN Indonesia | Kamis, 10/05/2018 21:38 WIB
Sebanyak 35 Ribu Aparat Siap Amankan Aksi 115 di Monas 35 ribu aparat akan berjaga pada aksi 115 di Monas. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya menyiapkan bantuan pengamanan aksi demo 11 Mei 2018 atau Aksi 115 di Monas yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Sebanyak 35 ribu aparat keamanan akan turun ke jalan besok menanggapi kebijakan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke wilayah yang diperebutkan Negara Yahudi itu dengan Palestina.

"Keseluruhan 35.000 terdiri dari Polri dibantu TNI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Kamis (10/5).



Argo menerangkan aksi ini diatasnamakan dari Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis. Mereka akan melakukan demo dengan berpusat di kawasan Silang Monas.

"Titik kumpul yakni masjid Istiqlal dan Silang Monas dengan tema aksi Indonesia bebaskan Baitul Maqdis dan momen mempersatu Islam Indonesia dan dunia Islam," terang dia.

Acara akan dimulai sejak pagi, yakni salat subuh berjamaah di Monas. Di dalamnya ada dzikir dan tilawah Quran, pembacaan ayat suci Al-aquran serta ada pulan sejumlah orasi yang ditampilkan.

"Acara juga diisi dengan nasyid, orasi tokoh ulama, pembacaan pernyataan sikap hingga salat Jumat," kata Argo.

Terkait rencana aksi 115 tersebut, Kedubes AS di Jakarta yang berseberangan dengan Monas telah melemparkan pemberitahuan bakal meliburkan layanannya besok. Pemberitahuan itu disampaikan lewat situs resminya. Selain di Jakarta, layanan perwakilan AS di Surabaya pun bakal ditiadakan besok.

Hal ini guna mengantisipasi keramaian unjuk rasa bertajuk Aksi 115 yang juga penolakan pada rencana pemerintah AS memindahkan kantor Kedubes AS di Israel, dari Tel Aviv ke Yerusalem. Aksi ini dilaksanakan salah satunya oleh Front Pembela Islam.

"Relokasi Kedubes AS di Israel yang akan dilakukan pada 14 Mei mendatang dapat memicu protes, di mana beberapa di antaranya berpotensi menjadi kekerasan," demikian bunyi pernyataan di situs resmi Kedubes AS, dikutip Kamis (10/5).


Kedubes AS juga mengimbau warga negara AS di Jakarta dan Surabaya untuk mengurangi jadwal berpergiannya besok dan menjauhi kerumunan yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

"Warga AS yang membutuhkan layanan darurat harus menghubungi Kedutaan atau Konsulat Jenderal," ucapnya.

Warga AS bisa menghubungi nomor +62 34359055 dan +62 34359054 yang merupakan kontak kantor Kedubes AS Jakarta dan +62 312975300 kontak kantor Kedubes AS di Surabaya.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada Desember 2017 dan ingin memindahkan Kedutaannya ke kota itu. Langkah Trump tersebut menuai kecaman internasional termasuk Majelis Umum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kesepakatan internasional menyatakan status Yerusalem harus ditentukan lewat dialog perdamaian Israel-Palestina.


(mik/kid)