Merapi Erupsi, 160 Pendaki Turun dengan Selamat

FHR, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 17:49 WIB
Merapi Erupsi, 160 Pendaki Turun dengan Selamat Sekitar 160 pendaki Gunung Merapi, Yogyakarta berhasil dievakuasi oleh para relawan dan petugas SAR. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan, informasi terakhir yang diterima pihaknya menyebut bahwa 160 pendaki via jalur Selo sudah berada di kawasan Pasar Bubrah, Gunung Merapi, yang mengalami erupsi freatik pada Jumat (11/5) pagi.

Pasar Bubrah adalah pos terakhir sebelum para pendaki menggapai puncak Merapi. Jarak dari Pasar Bubrah menuju puncak hanya sekitar 700 meter.

Seluruh pendaki itu dalam kondisi selamat. Evakuasi dilakukan oleh personel BPBD Kabupaten Boyolali, relawan SAR Barameru Merapi dan pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).


"Jadi info terakhir yang kami terima 160 pendaki sudah di Pasar Bubrah, semua selamat," kata Hanik saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Hanik menyampaikan pihaknya memantau setiap perkembangan Gunung Merapi dengan berbagai metode. Misalnya, metode seismik dan metode deformasi, metode kimia gas, metode termal dan metode penginderaan jauh.Namun, letusan yang terjadi pagi hari ini adalah jenis letusan freatik.

Karakter letusan freatik tidak didahului gejala-gejala seperti pada letusan magmatik. Oleh karena itu, sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau informasi kepada masyarakat terkait peningkatan status pada Gunung Merapi.

"Kalau magmatik sangat jelas ada peningkatan aktivitas. Seperti yang terjadi saat erupsi 2010 lalu. Itu jelas sekali, sehingga bisa menaikkan status (Gunung Merapi)," kata Hanik.

Meskipun demikian, lanjut Hanik, untuk saat ini warga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Secara terpisah, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso menyatakan bahwa letusan Gunung Merapi tidak tergolong berbahaya bagi masyarakat karena tidak mengeluarkan lava.

"Hanya abu ke atas dan tersebar oleh angin," kata Agus Santoso seperti dilansir dari CNN Indonesia TV.

Saat ini BPPTKG terus mengumpulkan data hasil pengamatan Gunung Merapi. Data ini yang akan dipakai untuk memutuskan langkah terkait mitigasi bencana. (wis)